Pasuruan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Daerah Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Pasuruan menyediakan layanan deteksi dini kanker gratis di seluruh puskesmas guna menekan angka kematian akibat penyakit stadium lanjut. Program ini mencakup pemeriksaan kanker serviks, paru, usus besar, hingga payudara yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat secara cuma-cuma.
Rendahnya tingkat partisipasi warga dalam pemeriksaan rutin menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah di tengah momentum peringatan Hari Kanker Sedunia. Banyak warga yang baru memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan setelah kondisi penyakitnya memasuki stadium lanjut sehingga penanganan menjadi lebih sulit.
“Stigma masyarakat belum terbuka terkait penyakit ini, sehingga mereka baru datang saat sudah masuk stadium lanjut,” ujar Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Pasuruan, dr. Arif Junaedi. Kurangnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini tanpa keluhan fisik membuat angka kasus baru sulit terkontrol dengan optimal.
Salah satu hambatan utama dalam pemeriksaan kanker serviks adalah keengganan kaum perempuan karena faktor rasa malu terhadap prosedur medis konvensional. Meski petugas menjamin privasi pasien sepenuhnya, metode inspeksi visual yang mengharuskan pemeriksaan area sensitif masih menjadi kendala psikologis yang signifikan.
Guna mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan kini telah menyediakan reagen metode HPV DNA yang menggunakan teknologi alat PCR tercanggih. Inovasi medis ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda dan warga dewasa karena prosesnya jauh lebih akurat serta modern dibandingkan metode lama.
“Tahun ini kami dapat reagen metode HPV DNA dengan alat PCR tercanggih, harapannya masyarakat bersedia dan memanfaatkan layanan ini,” tambah dr. Arif. Penggunaan teknologi terkini ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan standar pelayanan kesehatan kelas dunia di tingkat puskesmas.
Selain kanker serviks, tingkat pemeriksaan kanker usus besar juga tercatat masih sangat minim karena keengganan pasien mengikuti prosedur pengambilan sampel feses. Dinkes juga mengamati kecenderungan penderita kanker payudara yang biasanya baru melapor setelah menemukan benjolan fisik yang sudah terasa mengganggu aktivitas.
Untuk memperluas jangkauan program berlabel CKG ini, pihak dinas mulai menggandeng berbagai instansi terkait hingga sektor swasta di wilayah Pasuruan. Sosialisasi yang masif terus digencarkan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatan rutin di laboratorium puskesmas terdekat.
Langkah kolaboratif ini bertujuan menciptakan ekosistem deteksi dini yang kuat dan mudah dijangkau oleh warga di pelosok desa maupun area perkotaan. Dengan memanfaatkan teknologi PCR, akurasi hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan kepastian hukum klinis yang lebih cepat bagi para pasien.
Pemerintah berharap momentum ini dapat dimanfaatkan oleh para Gen Z dan milenial untuk mengajak keluarga mereka melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kesadaran sejak dini merupakan kunci utama dalam memenangkan peperangan melawan kanker dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Jawa Timur. [ada/beq]






