Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, mengingatkan sekaligus memgimbau masyarakat agar selalu mewaspadai beberapa jenis penyakit yang biasa terjadi selama musim hujan.
Jenis penyakit tersebut memang identik dengan jenis penyakit yang biasa terjadi ketika musim penghujan, bahkan beberapa di antaranya juga terbilang sangat berbahaya dan justru mematikan jika terlambat penanganan.
“Memasuki musim penghujan seperti saat ini, terdapat beberapa jenis penyakit yang harus kita waspadai. Di antaranya penyakit demam berdarah, diare, ispa, tipoid, penyakit kulit dan lainnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan, dr Achmad Marsuki, Selasa (14/12/2021).
Demam berdarah merupakan jenis penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti yang biasanya berkembang biak di penampungan air, seperti bak mandi, keleng bekas atau genangan air. Termasuk diare yang bisa menyebabkan penderita sering buang air besar alias BAB.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dinkes-pamekasan”]
Umumnya penyakit diare disebabkan makanan atau minuman kotor dan terkontaminasi mikroorganisme. Biasanya sakit ini berlangsung antara dua hingga tiga hari, namun pada kasus tertentu bisa berlangsung hingga sepekan lebih.
Sedangkan untuk penyakit ispa merupakan infeksi virus yang memengaruhi hidung, tenggorokan dan saluran udara. Tifoid merupakan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhii dan dapat menular cepat, umumnya melalui konsumsi mamin yang terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhii.
Sementara untuk penyakit kulit, biasa terjadi karena kulit alergi akibat air kotor. Seperti air banjir dan lainnya. Bahkan selama ini, masyarakat yang rawan mengalami penyakit gatal-gatal merupakan para penderita korban banjir.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-pamekasan”]
“Memang hingga saat ini belum ada laporan kejadian luar biasa dari masing-masing Puskesmas di Pamekasan, namun upaya antisipasi tetap harus kita utamakan. Prinsipnya lebih baik mencegah daripada mengobati,” ungkap dr Marsuki.
Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta para petugas medis di masing-masing Puskesmas agar selalu waspada, serta gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya meningkatkan kewaspadaan. “Intinya promotif dan preventif kami minta untuk terus digencarkan,” jelanya.
“Dari itu kami juga meminta kepada semua pihak untuk meningkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan pemeriksaan jentik secara berkala. Sehingga kami meminta petugas Puskesmas agar mengoptimalkan peran jumantik atau juru pemantau jentik di masing-masing desa dan kelurahan,” pungkasnya. [pin/ted]






