Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P&K) Kota Mojokerto membangun gorong-gorong di tujuh sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi persoalan genangan air di sejumlah sekolah saat musim penghujan tiba.
Selain melakukan kerja bakti pembersihan saluran air sekolah, Dinas P&K bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (DPUPR) membuat selokan baru atau gorong-gorong kecil. Ini dilakuka sebagai alternatif jalan keluarnya air hujan.
Kepala Dinas P&K Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, ada tujuh sekolah yang menjadi langganan genangan air saat musim hujan tiba. Yakni SMPN 6, SMPN 1, SDN Kedundung 1, SDN Kedundung 2, SDN Kedundung 3, SDN Balongsari, SDN Wates 5 dan SDN Blooto.
“Iya kita bangun gorong-gorong di tujuh sekolah tersebut. Dari tujuh sekolah tersebut, sebagian sudah dibangun gotong-gorong sejak beberapa minggu yang lalu dan sebagian lagi masih dalam proses pengerjaan,” ungkapnya, Senin (24/10/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-mojokerto”]
Di tujuh sekolah tersebut terjadi genangan air saat musim hujan disebabkan karena saluran drainase yang ada tersumbat. Sehingga, lanjut Amin, membuat air hujan tidak bisa mengalir ke sungai dengan lancar dan menyebabkan terjadinya genangan air.
“Sehingga diperlukan kesadaran serta langkah antisipasi cepat dan tepat untuk mencegah terjadinya genangan ini. Untuk biaya pengerjaan pembuatan selokan baru ini, demuanya diambilkan dari BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) yang sumber anggaran berasal dari APBD Kota Mojokerto,” tegasnya. [tin/ted]






