Sidoarjo (beritajatim.com) – Dimas (22) yang menjadi korban letupan mercon yang dirakit dalam kamarnya, dikenal sebagai anak yang kreatif.
Adi salah satu pemuda Desa Tanjungsari Kec. Taman menyebutkan, Dimas itu anaknya pendiam, tapi kreatif.
Seperti pada musim panas, korban biasanya rajin membuat layang-layang berukuran besar dan berbagai bentuk.
“Kalau layang-layang nya sudah jadi, biasanya diterbangkan di sawah bersama teman-teman bahkan anak-anak yang ada,” terangnya.
Adi juga mengakui korban biasanya merakit mercon. Seperti tadi, korban sedang merakit mercon, dan entah kenapa mercon meledak.
Suara letupan tersengar keras, seperti ban mobil besar meletus. “Duar, suaranya sampai terdengar dari jarak 100 meteran,” ungkapnya menceritakan orang yang mengaku mendengar ledakan. (isa/ian)






