Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto telah memberikan laporan situasi dan kondisi terkini terkait kejadian kapal tenggelam di Perairan Selat Bali kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
“Sementara laporan BPBD seperti ini, pantauan Terkini Kejadian Kapal tenggelam pada hari Kamis, 03 Juli 2025 pukul 07.45 WIB sbb: Laka laut-Kab. Banyuwangi. Kronologi: Pada hari Rabu, 02 Juli 2025, pkl. 23.20 WIB, KMP Tunu Pratama Jaya rute Ketapang-Gilimanuk telah tenggelam di area Perairan Selat Bali, Kab. Banyuwangi. Kejadian tersebut terlihat oleh petugas jaga Syahbandar Gilimanuk. Penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, karena kebocoran di ruang mesin, sehingga kapal terbalik,” kata Gatot dalam laporannya kepada gubernur.
Kondisi saat ini, pada pkl. 05.10 WIB, 3 penumpang dan 1 kru KMP Tunu Pratama Jaya berhasil menyelamatkan diri dan menepi ke area pantai wilayah Cekik, Gilimanuk menggunakan sekoci. Korban dalam pencarian: masih 61 Jiwa
Sekadar diketahui, Kapal tenggelam: 1 unit (Penumpang: 53 jiwa, Crew Kapal: 12 jiwa, Kendaraan: 22 unit)
“Personel BPBD Provinsi Jatim melakukan koordinasi dengan Basarnas serta BPBD Provinsi Bali. Pos SAR Surabaya dan Pos SAR Banyuwangi jiga melakukan giat pencarian korban. Unsur yang terlibat Pos SAR Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, BPBD Prov. Jatim, BPBD Prov. Bali, BPBD Kab. Banyuwangi dan TNI. Demikian laporan ini, perkembangan akan kami sampaikan selanjutnya,” pungkas Gatot. (tok/ted)







1 Komentar
Kapal sudah kuno tak layak diteruskan ganti dg kapal baru atau bangun jembatan penyebrangan seperti suro madu