Sidoarjo (beritajatim.com) – Setelah mendapatkan doa anak yatim yang memenuhi kantor DPD Golkar Sidoarjo, bakal calon legislatif (Bacaleg) DPD Golkar Sidoarjo didaftarkan ke KPU Sidoarjo, Minggu (14/5/2023).
50 bacaleg itu terdiri 60 persen kalangan muda atau milenial dan generasi Z, serta 35 persen keterwakilan perempuan.
Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi mengatakan jika
sebelum datang ke KPU Sidoarjo, dirinya bersama pengurus, kader, bacaleg, organisasi sayap partai dan relawan menggelar doa bersama dan menyantuni anak yatim agar proses pendaftaran bacaleg DPD Golkar Sidoarjo berjalan lancar.
Diakui Adam Rusydi sejak dibuka pendaftaran bacaleg di kantor DPD Golkar Sidoarjo, kalangan muda atau milenial dan generasi Z berbondong – bondong mendaftar calon legislatif Golkar.
“Dari 50 bacaleg yang kami daftarkan hari ini ke KPU Sidoarjo, bacaleg kami yang termuda berumur 20 tahun. Mereka dari berbagai background seperti pengusaha muda, pengacara muda, ulama muda, seniman, influencer, model, aktivis dan anak-anak muda yang konsen terhadap perkembangan Kabupaten Sidoarjo,” terangnya.
Banyaknya kalangan muda yang menjadi Bacaleg Golkar Sidoarjo menunjukkan Golkar Sidoarjo menjadi Partai yang dicintai kaum milenial dan generasi Z.
“Pintu kami terbuka lebar untuk kalangan muda atau milenial dan generasi Z untuk berkarya bersama Partai Golkar untuk kemajuan Kabupaten Sidoarjo dan Bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Adam melanjutkan jika empat caleg incumbent Golkar Sidoarjo kembali meneruskan perjuangan di Pemilu tahun 2024 mendatang, yakni M Nizar, Warih Andono, Arif Bachtiar dan M Thoriq. “Pemilu 2024, kami mentargetkan 10 kursi di DPRD Sidoarjo,” harapnya.

Sementara itu, bacaleg muda Fathul Bari Syakur yang berkontes di Dapil Sidoarjo 2 (Candi, Tanggulangin, Porong dan Jabon) mengaku memutuskan terjun ke politik karena prihatin di daerah minim ruang kreatifitas bagi anak muda dan kalangan millenial.
“Kalangan millenial ini butuh ruang aspirasi dan apresiasi. Namun di Sidoarjo khususnya di Dapil Sidoarjo 2, hal itu masih kurang. Saya terjun ke politik ini ingin menjadi corong aspirasi dari anak-anak muda,” katanya.
Putra tokoh masyarakat asal Porong Gus Rochman itu menambahkan, selain minim ruang kreatifitas, minimnya lapangan kerja juga tidak luput dari perhatiannya.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/mesin-pendulang-suara-pkb-jombang-bukan-hanya-9-petahana/
Alumnus STIEKN Malang itu yakin jika kalangan millenial diberikan fasilitas yang memadai akan melahirkan wirausahawan yang mandiri dan dapat membanggakan Sidoarjo.
Gus Rochman yang terus mendamping Fathul Bari mengaku terus mendukung penuh langkah politik dari putranya. Sebagai orang tua dari Fathul ia akan all out.
“Ini tak lain karena banyaknya masyarakat yang meminta anak saya maju, saya sebagai orang tua tentu merestui. Karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak,” pungkasnya. [isa/but]






