Malang(beritajatim.com) – Gelaran SIWO PWI Malang Night Run (MNR) 2024 terbukti sukses mengangkat Sport Tourism Kota Malang. Setidaknya 700 peserta ikut berlari menyusuri rute sejauh 8 kilometer meski digelar malam hati.
Dari 700 peserta hampir separuh merupakan peserta dari luar daerah. Bahkan sejumlah pejabat juga menjadi peserta lari seperti Waka Polresta Malang Kota AKBP Adhitya Panji Anom, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Aris Gunawan, serta Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Malang Kolonel Laut (KH/W) Rinanda Sintasari juga memeriahkan ajang ini.
Mereka mengelilingi sejumlah tempat ikonik wisata heritage di Kota Malang. Mulai start di Balai Kota, Kayutangan, Ijen Boulevard hingga Stasiun Kota Baru.
Jajaran Forkopimda Kota Malang, mulai Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, perwakilan Bea Cukai Kasatpol PP Heru Mulyanto Kadispora Kota Malang Baihaqi, Ketua PWI Pusat Zulmansyah Sakedang Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim dan Ketua PWI Malang Raya Cahyono ikut menyemangati para pelari.

Ketua Penyelenggara MNR 2024, Lucky Aditya mengatakan even ini awalnya berbayar Rp175 ribu. Dengan mendapatkan fasilitas jersey, medali impor, asuransi hingga racepack, air mineral dan isotonik.
Namun, kabar gembira datang. Sebab, panitia mendapat dukungan penuh dari Satpol PP Kota Malang melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk kampanye Gempur Rokok dan Cukai Ilegal sehingga biaya pendaftaran akan dikembalikan 100 persen ke peserta.
“Ini menjadi event perdana olahraga lari di malam hari di Malang setelah terakhir 5 tahun lalu. Alhamdulillah sukses besar, peserta mengaku senang sekali dengan event ini, terlebih ada kejutan besar kalau uang tiket mereka akan kami kembalikan 100 persen,” ujar Lucky.
Dalam kesempatan tersebut juga sekaligus menjadi ajang sosialisasi Gempur Peredaran Rokok dan Cukai Ilegal oleh Perwakilan dari Bea Cukai Malang dan Satpol PP Kota Malang.
“Ini bukti teman-teman di Malang berhasil menyerap semua aspirasi masyarakat, mulai minat olahraga, pariwisata, UMKM hingga talenta kreatif lokal. Saya kira ini bisa ditiru oleh pengurus PWI di daerah lain,” ujar Ketua PWI Pusat Zulmansyah Sakedang.
Malang Night Run tidak hanya sekedar ajang olahraga. Paniti mampu mengemasnya dengan menggerakan roda perekonomian karena ada 25 tenan UMKM Kota Malang. Disisi lain, tampilnya para musisi ikonik lokal Kota Malang, yakni Dj Rea-Reo Girls dan Tani Maju. Sebelumnya, aksi dari Barongsai Klenteng Eng An Kiong dan Tari Topeng Bapang Malangan dari NDS Sanggarmoe turut memeriahkan helatan ini.
“Selain mengkampanyekan pola hidup sehat, tentu ini bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri karena peserta juga diajak mengenal bangunan bersejarah yang jadi ikon pariwisata selama ini. Mereka menginap di hotel, jalan-jalan, beli makan dan minum dari UMKM setempat hingga jasa fotografer jalanan keliling. Ada banyak perputaran ekonomi yang masif di sana,” ujar Ketua PWI Malang Raya, Cahyono. (luc/ted)






