Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS Kabupaten Mojokerto) terus berinovasi dalam meningkatkan aksesibilitas data bagi masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses data statistik melalui berbagai platform, mulai dari website resmi hingga media sosial dan aplikasi layanan mandiri.
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan. “Masyarakat bisa datang ke BPS dan akan dilayani, mulai dari konsultasi statistik, pemberian data, dan lain-lain. Kita juga memiliki standar pelayanan publik yang harus kita lewati,” ungkapnya, Kamis (13/3/2025).
Salah satu inovasi digital unggulan yang dimiliki BPS Kabupaten Mojokerto adalah Wader (Warung Data Mojokerto). Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk meminta data, berkonsultasi statistik, serta mengajukan rekomendasi statistik secara online. Dengan adanya Wader, masyarakat kini tidak perlu datang langsung ke kantor BPS untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
“Kita juga ada layanan pengaduan di Wader BPS, yang memungkinkan masyarakat melaporkan keluhan terkait pendataan. Selain online, pelayanan juga tersedia secara offline bagi yang membutuhkan,” jelas Dwi.
Selain aplikasi Wader, BPS Kabupaten Mojokerto juga mengandalkan media sosial untuk menyebarluaskan data statistik kepada masyarakat. Platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube digunakan untuk menyajikan informasi dalam format yang lebih ringan dan mudah dipahami. Langkah ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda yang aktif di dunia digital.
Website resmi BPS Kabupaten Mojokerto, mojokertokab.bps.go.id, juga menjadi sumber utama untuk memperoleh data ekonomi terbaru. Baru-baru ini, BPS merilis data pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mojokerto.
“Pertumbuhan ekonomi kita naik dari 5,15 ke 5,29 persen. Sebelumnya, kita mengalami perlambatan pada 2022 dari 5,89 persen menjadi 5,15 persen. Ada 12 Kabupaten/Kota daerah industri yang mengalami perlambatan,” ujar Dwi.
Meskipun ekonomi nasional mengalami perlambatan, Kabupaten Mojokerto tetap menunjukkan tren positif. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dalam PDRB Kabupaten Mojokerto, dengan kontribusi mencapai 57 persen.
BPS juga memastikan bahwa data yang disajikan mudah dipahami oleh masyarakat. Untuk itu, BPS terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar data yang dihasilkan tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat digunakan secara efektif oleh masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.
“Kami menyampaikan data-data tanpa gratifikasi dalam bentuk apa pun. Jika ada pelanggaran yang dilakukan pegawai BPS maupun mitra BPS, silakan laporkan melalui pengaduan di Wader BPS atau datang langsung ke Kantor BPS Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
Langkah digitalisasi yang dilakukan BPS Kabupaten Mojokerto sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan layanan publik berbasis digital. Dengan inovasi ini, diharapkan masyarakat semakin mudah mengakses dan memanfaatkan data statistik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penelitian hingga perencanaan bisnis.
Langkah ini dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk meningkatkan Standar Pelayanan Publik (SPP) pada Pelayanan Statistik Terpadu (PST) yang berlangsung di Aula BPS Kabupaten Mojokerto. Dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi, termasuk Diskominfo, DPMPTSP, DPMB, UNIM, Bappeda, Dinsos, Radar Mojokerto, Desa Jampirogo, Wika FM, dan PWI Mojokerto. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua Tim Integrasi Pengelolaan Data dan Statistik (IPDS) BPS Kabupaten Mojokerto, Suratno. [tin/ian]






