Blitar (beritajatim.com) – Sri Rahayu akhirnya angkat bicara usai posisinya di DPR digantikan oleh cucu Soekarno. Politisi PDIP itu tidak ingin berkomentar banyak usai Romy Soekarno mengantikan posisinya.
“Memang sampai saat ini saya tidak ingin berkomentar. Ya minta komentar ke Mas Romy dong, aku tidak berkomentar apa-apa, aku mundur selesai,” kata Sri Rahayu usai ikut menemani Megawati Soekarnoputri berziarah di Makam Bung Karno, Senin (7/10/2024).
Sri Rahayu yang telah menjadi anggota DPR sejak 2009 tersebut tidak ingin mengumbar alasannya mundur. Baginya yang terpenting saat ini adalah dia telah mundur dan posisinya sudah digantikan oleh cucu Bung Karno, Romy Soekarno.
“Ya sudah lah itu urusanku sendiri. It’s my life,” jawab singkat Sri Rahayu soal alasannya mundur.
Sri Rahayu merupakan politikus PDIP yang bertarung di Dapil Jawa Timur VI pada Pemilu 2024 lalu. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri.
Perempuan kelahiran Nganjuk ini sebelumnya menjadi anggota DPRD Jawa Timur VI di Komisi IX bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kependudukan. Ia sudah menjadi anggota DPR sejak 2009.
Sri Rahayu mendapat suara terbanyak kedua di daerah pemilihan yang meliputi Kota Blitar dan Kediri, serta Kabupaten Tulungagung dengan perolehan suara 111.284. Perolehan suara dari Sri Rahayu ini masih dibawah adik mantan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Pulung Agustanto, dengan 165.869 suara. Sedangkan Romy Soekarno mendapat suara terbanyak keempat dengan 51.245.
Meski posisinya telah digantikan oleh Romy Soekarno, Sri Rahayu mengaku masih tetap akan menjadi kader PDIP yang taat dan baik. Perempuan yang akrab disapa Yayuk itu mengaku juga akan berusaha memenangkan PDIP di Jawa Timur.
“Ya pastilah saya sebagai kader akan berjuang bersama-sama dengan teman-teman di Tulungagung, Blitar, Blitar Kota, Kota Malang, ya atau tidak (jadi DPR-RI) saya akan berjuang,” pungkas Sri Rahayu. [owi/beq]






