Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Wali kota Surabaya Armuji mengunjungi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Surabaya dan berdialog santai dengan sejumlah pengurus.
“Di penghujung tahun ini kita sampaikan bahwa Surabaya merupakan kota yang toleran, semangatnya berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Cak Ji sapaan akrab Wawali Surabaya, Armuji, Kamis (30/12/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-surabaya”]
Cak Ji menyampaikan beberapa kejadian seperti penolakan pembangunan gereja itu bukanlah karakter warga Surabaya, secara historis telah teruji watak “Arek Suroboyo” yang egaliter, gotong – royong dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. “Di kota Surabaya bahkan ada enam rumah ibadah berdiri berdampingan tanpa saling mengganggu di Royal Residence Wiyung,” kata Cak Ji.
Cak Ji juga bercerita bahwa di Surabaya gagasan pembangunan masjid Agung yang di prakarsai oleh Wali kota Surabaya Soenarto Sumoprawiro dan dimulai 4 Agustus 1995 dan sebrangnya juga berdiri megah Gereja Paroki Sakramen Mahakudus. “Itu bukti konkrit Surabaya sebagai kota toleran dapat dirasakan masyarakat, tugas pemuda dan mahasiswa terus menggelorakan semangat itu agar tidak pudar,” tandas Wawali Surabaya.(asg/kun)






