Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, kini berada dalam sorotan tajam. Tekanan datang dari berbagai arah, baik dari manajemen tim maupun suporter yang mulai meragukan kapasitasnya sebagai pelatih kepala.
Dari tujuh laga yang telah dijalani di BRI Super League 2025/2026, Persebaya mencatat hasil yang belum konsisten: tiga kali menang, tiga kali kalah, dan satu kali imbang.
“Saya pikir semua orang ketika bekerja di salah satu klub besar seperti Persebaya, tekanan pasti terjadi dan ini berlaku untuk saya,” ujar Edu, Kamis (23/10/2025).
Meski diterpa tekanan, pelatih asal Spanyol itu menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam situasi tersebut. Fokus utamanya kini adalah membawa tim meraih tiga poin di laga berikutnya. “Saya fokus sepenuhnya untuk mempersiapkan laga ini. Saya tidak berpikir tentang tekanan, saya hanya berpikir soal persiapan para pemain,” imbuhnya.
Mantan asisten pelatih Luis Milla itu tetap menatap optimistis masa depan Persebaya. Ia percaya dengan kualitas dan profesionalisme pemainnya, tim Bajol Ijo mampu bangkit dan perlahan naik ke papan atas klasemen. “Saya selalu berpikir optimis kepada para pemain,” tutupnya.
Edu yakin, skuadnya memiliki tanggung jawab dan mentalitas kuat untuk memahami apa yang harus dilakukan di setiap pertandingan. Dengan semangat itu, ia berharap performa Persebaya bisa kembali ke jalur kemenangan. [kun]






