Banyuwangi (beritajatim.com) – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar melakukan kampanye di Banyuwangi. Pasangan Anies Baswedan itu bertemu dengan para petani di Bumi Blambangan.
Berjumpa para petani, Cak Imin langsung disuguhi keluh kesah klasik dari mereka. Beberapa di antaranya, pupuk langka dan mahal dan hasil panen murah.
Tinggi harapan para perwakilan petani di Banyuwangi ingin adanya perubahan. Sehingga, mereka berpangku akan kiprah pasangan Amin jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.
Seketika itu, Gus Muhaimin menjawab langsung apa yang menjadi pertanyaan para petani. Menurutnya, petani di Banyuwangi dan Indonesia pada umumnya harus makmur.
“Petani harus makmur, karena jelas-jelas dibutuhkan. Meskipun yang saya lihat dan saya ketemu, moga-moga tidak di Banyuwangi, petaninya nggak makmur-makmur,” kata Muhaimin Iskandar, Kamis (27/12/2023).
Alasannya, kata Muhaimin, karena biaya produksi petani justru lebih tinggi dari hasil panen. Sehingga, terjadi ketimpangan yang memberatkan petani. “Antara untungnya itu nggak imbang dengan biaya produksinya,” ujarnya.
Meskipun pada kenyataannya, harga jual di pasar terpantau mahal. Namun, harga jual petani hingga kini masih murah. “Beras mahal, tapi petani jualnya kok murah. Yang untung sopo (siapa),” ungkapnya.
Dia berjanji, jika terpilih akan membawa perubahan untuk menjawab keluh kesah petani. Termasuk memberi angin segar merubah hilirisasi pasca panen petani. “Seluruh kebutuhan pangan khususnya beras harus terpenuhi dari produksi dalam negeri,” pungkasnya. [rin/suf]






