Ponorogo (beritajatim.com) – Sosok Dewi Astutik (42) yang tengah diburu Badan Narkotika Nasional (BNN) ternyata tak dikenal warga Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo. Nama itu viral usai ditetapkan sebagai buronan terkait kasus penyelundupan narkoba 2 ton. Namun di lingkungan tempat tinggalnya, panggilan itu asing terdengar.
Beberapa waktu yang lalu, wartawan beritajatim menelusuri alamat sesuai identitas yang beredar di berbagai media sosial (medsos). Lokasinya berada di Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong. Di sana, warga justru menyebut nama lain.
“Kalau Dewi Astutik saya nggak kenal. Di sini adanya Paryatin,” kata Sri Wahyuni, salah satu warga setempat, ditulis Minggu (1/6/2025).
Wahyuni mengaku mengenal perempuan yang dimaksud. Rumahnya pun diketahui berada tak jauh dari tempat tinggalnya. Namun, dirinya menegaskan bahwa nama keseharian perempuan itu ketika disapa oleh para tetangga dan keluarganya adalah Paryatin.
“Memang sudah lama bekerja menjadi TKW,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan. Dia juga mengaku tidak mengenal siapa pun bernama Dewi Astutik.
“Saya nggak kenal. Di dusun ini nggak ada nama Dewi Astutik,” kata Gunawan.
Gunawan menyebut pihak kepolisian sempat mendatangi dusunnya. Mereka meminta informasi soal keberadaan Dewi Astutik. Namun jawaban Gunawan tetap sama, nama itu tidak dikenal.
“Mungkin itu nama samaran atau palsu. Karena di data warga, nggak ada yang sesuai,” jelasnya.
Kabar tentang Dewi Astutik membuat warga sempat heboh. Terlebih setelah muncul informasi bahwa Dia terlibat kasus besar. BNN menyebut Dewi berperan penting dalam penyelundupan 2 ton sabu lewat jalur laut di Kepulauan Riau. Meski alamatnya tercatat di Ponorogo, sosok buron itu justru lebih dikenal dengan nama lain. Masyarakat menyimpan tanda tanya besar, benarkah Paryatin yang mereka kenal adalah sosok Dewi Astutik yang kini diburu negara? [end/aje]






