Jakarta (beritajatim.com) – Dewan Pers memberikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan antara dua kubu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yakni kubu Hendry Bangun dan kubu Zulmansyah Sekedang, yang sepakat menggelar Kongres Persatuan PWI pada 29–30 Agustus 2025.
Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, menilai langkah tersebut sebagai momentum penting untuk mengakhiri konflik internal yang sudah berlangsung sejak 2023.
“Dewan Pers berharap kongres ini bisa mengakhiri masalah internal sehingga PWI kembali menjadi organisasi yang utuh,” ujar Prof. Komaruddin dalam keterangannya, Kamis (28/8/2025).
Harapan PWI Kembali Solid
Prof. Komaruddin menegaskan, kongres bersama ini diharapkan mampu mengembalikan marwah PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1946.
“Kami berharap PWI kembali berkiprah sebagai organisasi wartawan yang bersama dengan konstituen Dewan Pers lainnya memperjuangkan kebebasan pers serta mewujudkan pers yang profesional,” jelasnya.
Selain menyatukan organisasi, kongres tersebut juga diharapkan menjadi jalan keluar dari berbagai persoalan hukum yang muncul akibat dualisme kepengurusan.
Seperti diketahui, kubu Hendry Bangun sempat menggugat Dewan Pers ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait penggembokan sekretariat PWI di Gedung Dewan Pers pada Oktober 2024.
Dukungan Fasilitas dari Dewan Pers
Dewan Pers turut memfasilitasi proses rekonsiliasi ini dengan memberikan akses penggunaan Hall Dewan Pers di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, sebagai sekretariat panitia Kongres Persatuan PWI.
“Sebagai organisasi yang mengayomi konstituennya, Dewan Pers memfasilitasi penggunaan Hall Dewan Pers untuk panitia kongres,” papar Prof. Komaruddin.
Upaya mempertemukan kedua kubu sebelumnya dilakukan oleh anggota Dewan Pers periode 2025–2028, Dahlan Dahi, melalui proses mediasi dan negosiasi. Kesepakatan akhirnya dicapai untuk menyelesaikan konflik lewat mekanisme internal organisasi, yaitu kongres.
Selain itu, Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, juga ikut serta dalam penyelesaian konflik dengan menjadi Steering Committee panitia kongres mewakili pihak independen, mendampingi perwakilan dari masing-masing kubu.
“Dewan Pers menyambut baik langkah penyelesaian yang dilakukan oleh dua anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi dan Totok Suryanto,” tegas Prof. Komaruddin.
Latar Belakang Konflik Dualisme PWI
Konflik internal PWI bermula setelah Kongres Bandung 2023 yang menetapkan Hendry Bangun sebagai ketua umum.
Namun, pada Agustus 2024 muncul Kongres Luar Biasa yang memilih Zulmansyah Sekedang sebagai ketua umum, yang kemudian tidak diakui oleh kubu Hendry.
Kondisi ini berujung pada dualisme kepengurusan hingga perebutan sekretariat PWI di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada September 2024.
Dengan adanya kesepakatan menggelar Kongres Persatuan PWI, diharapkan perpecahan ini benar-benar berakhir dan organisasi wartawan terbesar di Indonesia itu bisa kembali solid. (ted)






