Gresik (beritajatim.com) – Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Gresik, pernah menjadi Kesultanan Sunan Giri yang dipimpin oleh Maulana Ainul Yawin, atau lebih dikenal dengan nama Sunan Giri. Pada masanya, kesultanan tersebut sudah banyak dikenal oleh kerajaan lain. Namun siapa sangka bahwa Desa Sidomukti dulunya menjadi salah satu kawasan utama kerjaan tersebut.
Desa Sidomukti sendiri berada di kawasan Giri Kedaton. Berbatasan dengan Desa Giri dipisahkan oleh Jalan Sunan Giri. Nama Sidomukti sendiri sering digunakan untuk nama suatu wilayah. Di Gresik pun juga ada nama yang sama. Tepatnya, di Kecamatan Manyar.
Sejarawan Gresik Nizam Zuhri menuturkan, Desa Sidomukti di Kebomas ini memiliki nilai historis yang menjadi saksi masa kejayaan Islam di Nusantara. Di desa ini merupakan pusat kesultanan Sunan Giri yang pertama.
Hal itu dapat dibuktikan dengan keberadaan Istana Giri Kedaton yang berfungsi sebagai masjid, pondok pesantren, serta tempat musyawarah untuk mengelolah tatanan masyarakat dalam pemerintahan sebagai salah satu metode dakwah. “Giri Kedaton itu kan di Desa Sidomukti. Memang dulunya desa ini menjadi pusat kerajaan Giri,” ujarnya, Senin (19/06/2023).
Ia menjelaskan di Desa Sidomukti, juga terdapat dusun-dusun yang disebut juga memiliki peranan penting dalam pemerintahan Kesultanan Giri. Seperti Dusun Jraganan di sebalah utara Giri Kedaton. “Wilayah itu dulunya menjadi tempat pemukiman para saudagar. Selain itu para pengrajin logam mulia juga tinggal disini sebagai penyokong dana untuk Giri Kedaton,” paparnya.
BACA JUGA:
Jokowi Mau ke Gresik, Jalan Manyar Disiram dan Dibersihkan
Disisi timur lanjut Nizam, ada dusun bernama Dalem Wetan. Tempat ini dulunya digunakan untuk pemukiman keluarga kasunanan atau keluarga kerajaan. “Di daerah itu dulunya terdapat pasar serta alun-alun. Memang Sidomukti dulunya menjadi pusat Kesultanan Giri,” pungkasnya. [dny/kun]






