Pasuruan (beritajatim.com) – Ajang balap sepeda ekstrim akan kembali digelar di Pasuruan. Desa Ngadiwono, Tosari, ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan 76 Indonesian Downhill (IDH) Urban 2025.
Kejuaraan ini bakal berlangsung pada 13–14 September dan siap menghadirkan persaingan sengit. Ratusan pembalap dari berbagai daerah dipastikan hadir untuk meramaikan lomba.
Event Director 76 IDH Urban, Aditya Nugraha mengatakan, lintasan di Ngadiwono akan menghadirkan nuansa berbeda. “Trek urban lebih teknis, melintasi jalur kampung dengan belokan sempit hingga kecepatan tinggi menjelang garis finis,” jelasnya.
Dengan panjang lintasan 1,1 kilometer di ketinggian 1.800 mdpl, tantangan semakin terasa berat. Apalagi, tambahan obstacle buatan disiapkan untuk menguji kemampuan para rider.
Selain kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan mendukung sport tourism. Masyarakat bisa menonton langsung atraksi ekstrem sambil menikmati suasana khas pegunungan Tengger.
Agnes Wuisan dari 76 Rider menegaskan, IDH Urban bukan sekadar balapan. “Ini juga hiburan masyarakat, karena rider dan penonton bisa merasakan atmosfer spesial di tengah pemukiman warga,” katanya.
Sebanyak 12 kategori diperlombakan, mulai dari Men Elite hingga berbagai kelas master dan sport. Format acara menggabungkan 70 persen kompetisi dan 30 persen hiburan komunitas.
Nama-nama besar seperti Andy Prayoga dan Khoiful Mukhib akan turun di kelas elite. Persaingan dipastikan sengit karena menjadi pemanasan menuju final IDH series di Batu.
Salah satu rider nasional, M. Abdul Hakim mengaku antusias menanti balapan ini. “Urban downhill selalu punya tantangan unik, saya siap tampil maksimal untuk meraih podium,” ujarnya optimis. [ada/aje]






