Mojokerto (beritajatim.com) – Dusun Ketapang, Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dikenal sebagai Industri Kecil Menengah (IKM) kerupuk berbagai varian dan rasa. Setidaknya ada delapan orang warga Dusun Ketapang, Desa Mojolebak menggeluti bisnis aneka kerupuk.
Setiap harinya, mereka memproduksi kerupuk aneka varian dan rasa dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Tak hanya digoreng dengan minyak goreng, sentra kerupuk di Dusun Ketapang, Desa Mojolebak juga terdapat kerupuk yang digoreng menggunakan pasir.
Kerupuk upil namanya. Kerupuk upil terbuat dari adonan tepung dari pati singkong dicampur tepung terigu dengan bumbu bawang putih dan bawang merah serta penyedap rasa. Setelah adonan dibentuk dan dijemur sampai benar-benar kering, kerupuk ini digoreng dengan pasir yang bersih.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/olahraga/daftar-pemain-flop-setelah-meninggalkan-persebaya/
Kerupuk yang dijual dengan berbagai kemasan ini dijual mulai harga Rp4 ribu sampai dengan Rp10 ribu. Penasarannya sendiri mulai dari Mojokerto sendiri hingga luar kota, seperti Jombang, Lamongan dan Gresik. Pelaku IKM kerupuk di sini tidak menjual secara online.
Salah satu pelaku IKM kerupuk di Dusun Ketapang, Desa Mojolebak yakni Hendra. Ia bersama sang istri menggeluti bisnis tersebut sejak 10 tahun lalu. “Dulu sehari laku satu bungkus saja sudah senang, sekarang pemasarannya Mojokerto, Jombang, Lamongan dan Gresik,” ungkapnya, Selasa (25/4/2023).
Meski pemasaran hingga luar kota, Hendra mengaku tidak memasarkan secara online karena sudah ada pelanggan tetap. Dengan dibantu tiga orang karyawan yang merupakan warga sekitar, dalam sebulan omzet bersih produksi kerupuknya mencapai Rp2,5 juta.
“Bagian goreng satu orang, bungkus dua orang. Iya warga sekitar. Kalau musim panen dibawa ke rumah dibungkus di rumah masing-masing. Iya, saya ikut program pemberdayaan industri kecil. Iya cukup membantu usaha menengah. Masih proses halal dan legalitas. Enak, kalau sudah halal, pembeli juga aman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Mojolebak, Ahmad Riyanto mengatakan, jika Desa Mojolebak memang dikenal sebagai IKM kerupuk. Beberapa waktu lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto mengadakan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan halal.
“Setelah diadakan pemberdayaan pengurusan NIB dan halal, kami terjun ke lapangan. Semoga dengan adanya pemberdayaan NIB dan halal dari Disperindag Kabupaten Mojokerto, ekonomi masyarakat kami bisa meningkat dan bisa mensejahterakan masyarakat. Khususnya Desa Mojolebak,” harapnya.
Masih kata Kades, kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto jika membutuhkan kerupuk berbagai rasa dan varian, Pemerintah Desa (Pemdes) Mojolebak bisa melayani. Cukup menghubungi pihak Pemdes Mojolebak, masyarakat yang membutuhkan kerupuk berbagai varian dan rasa berapapun kebutuhannya akan dilayani. [tin/kun]
![Desa Mojolebak Mojokerto Dikenal Sebagai Sentra Kerupuk Upil Proses produksi kerupuk upil di Dusun Ketapang, Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG_20230425_13331461_QW9eInac6T.jpeg)






