Surabaya (beritajatim.com) – Istilah “Post Election Stress Disorder” (PESD) atau stres pascapemilu mulai menjadi sorotan sebagai salah satu gangguan kesehatan mental yang mungkin dihadapi oleh masyarakat setelah periode pemilihan umum.
Meskipun belum secara resmi terdaftar dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5-TR), PESD memiliki gejala yang serupa dengan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), yang memperumit kesehatan mental individu yang terlibat dalam proses politik.
Gejala PESD
PESD memiliki beragam gejala yang dapat memengaruhi individu secara fisik, emosional, dan psikologis. Beberapa gejala yang umum termasuk:
– Perasaan cemas, gelisah, dan khawatir yang berlebihan.
– Merasa Terstimulasi atau sensasi meningkatnya kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
– Kehilangan energi dan merasa kelelahan secara konstan.
– Masalah dengan Konsentrasi Kesulitan dalam memusatkan perhatian pada tugas atau aktivitas.
– Sifat Lekas Marah. Merasa mudah tersinggung atau marah tanpa alasan yang jelas.
– Kesulitan untuk tidur atau tidur tidak nyenyak.
– Timbulnya serangan kepanikan yang tak terduga dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Faktor Risiko PESD
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena PESD termasuk:
1. Terlalu banyak terpapar berita dan informasi politik dari berbagai media dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan.
2. Jika hasil pemilu tidak sesuai dengan harapan atau terdapat ketidakpastian politik, hal ini dapat memicu rasa frustrasi dan kekecewaan.
3. Polarisasi Politik
Perpecahan dan ketegangan politik yang tinggi dalam masyarakat dapat memperburuk tingkat stres dan kecemasan.
4. Riwayat Trauma atau Masalah Kesehatan Mentalmm Orang yang memiliki riwayat trauma atau masalah kesehatan mental sebelumnya cenderung lebih rentan terhadap PESD.
Cara Atasi PESD
Meskipun PESD dapat menjadi tantangan serius bagi kesehatan mental, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya atau mengelolanya dengan lebih baik:
1. **Batasi Paparan Media Sosial**: Kurangi waktu yang dihabiskan untuk menonton berita atau membaca konten politik di platform media sosial. Terlalu banyak informasi politik dari sumber-sumber ini dapat meningkatkan kecemasan.
2. **Cari Dukungan Sosial**: Berbicara dengan teman, keluarga, atau kelompok dukungan tentang perasaan Anda dapat membantu mengurangi beban mental. Dukungan sosial sangat penting dalam menghadapi stres pasca-pemilu.
3. **Lakukan Kegiatan untuk Mendistraksi Diri**: Temukan hobi atau aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian dari ketegangan politik. Olahraga, seni, atau kegiatan lain yang disukai bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi stres.
4. **Olahraga dan Cari Udara Segar**: Aktivitas fisik seperti berjalan-jalan atau berlari dapat membantu mengurangi tingkat stres. Nikmati udara segar dan sinar matahari untuk merasa lebih baik secara keseluruhan.
5. Praktikkan Yoga dan Meditasi
MTeknik relaksasi ini telah terbukti efektif dalam menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan. Menjadikannya bagian dari rutinitas harian Anda dapat membantu mengelola stres dengan lebih baik.
6. Cari Bantuan Profesional: Jika gejala PESD mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan mental. Mereka dapat memberikan dukungan, bimbingan, dan perawatan yang diperlukan untuk membantu Anda pulih dan mengatasi stres pasca-pemilu.
Dalam menghadapi PESD, penting untuk diingat bahwa Anda tidak sendirian. Banyak individu mengalami stres setelah periode pemilihan umum, dan mencari bantuan serta dukungan adalah langkah pertama yang penting untuk memulai proses penyembuhan.
Dengan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan menemukan cara untuk mengelola stres dengan baik, Anda dapat membantu melindungi kesehatan mental Anda setelah pemilu. [fyi/aje]






