Kediri (beritajatim.com) – Deny Widyanarko berkomitmen dalam mendukung pelestarian situs budaya yang ada di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Menurut Bakal Calon Bupati Kediri ini, keberadaan situs budaya banyak memberikan pelajaran yang baik dalam kehidupan.
“Kita orang Kediri. Saya sendiri juga senang dengan budaya di Kabupaten Kediri, termasuk situs yang ada di Kabupaten Kediri. Situs-situs memberikan pelajaran kepada kita agar lebih baik, lebih maju dan berdikari sebagai masyarat Kediri ke depan,” tutur Deny Widyanarko disela acara Kirab Budaya di Candi Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, pada Minggu (4/8/2024).
Deny bersama sang istri Ria Purbiati diundang oleh masyarakat setempat untuk hadir dalam agenda kebudayaan tersebut. Pengusaha rokok Tajimas Group ini juga dikenal sebagai sosok pemerhati budaya yang kerap menghadiri agenda-agenda serupa di Kabupaten Kediri.
“Nuansa suro agung dilaksanakan di semua daerah di Kabupaten Kediri termasuk di Situs Candi Dorok ini. Kita sangat senang, kita diundang dan bisa meramaikan acara bersih desa ini,” ungkap pria yang selalu tampil dengan memakai blangkon ini.
Deny mengamati tingginya antusias masyarakat dalam acara tersebut. Dari situ, ia melihat aura perubahan di Kabupaten Kediri yang sangat besar. Menurutnya, hal itu menjadi spirit baginya untuk terus bergerak dan berjuang untuk Kabupaten Kediri yang lebih baik lagi.
Dalam kesempatan itu, owner pabrik rokok PT Top Ten Tobacco Kediri ini sempat berdiskusi dengan masyarakat serta mendapatkan banyak masukan dalam upaya pelestarian situs budaya. Dari situ, ia pun bertekad untuk lebih mendukung pelestarian situs budaya ke depannya. Terlebih, setelah diamanahi memimpin Kabupaten Kediri mendatang.
“Masukan yang ada terkait situs budaya supaya lebih dijaga dan dirawat. Masyarakat sudah berupaya untuk merawat. Untuk itu perlu kiranya ke depan pemerintah lebih andil dalam mensuport pelestarian situs budaya,” tutupnya.
Diakui Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evi Wijayanti apabila situs budaya di Kabupaten Kediri sangat banyak jumlahnya. Kediri juga menjadi salah satu pemerintah daerah yang konsisten dalam upaya pelestarian. Bahkan, di Bumi Panjalu ini juga terdapat tim ahli cagar budaya.
“Situs Dorok dalam arkeolog itu adalah salah satu peninggalan zaman Kerajaan Majapahit. Saat ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Dengan penetapan cagar budaya itu, maka menjadi tanggung jawab pemerintah,” terang Evi Wijayanti yang hadir dalam agenda Kirab Budaya tersebut.
Masih kata Evi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ikut melakukan upaya perlindungan terhadap benda cagar budaya termasuk yang ada di Kabupaten Kediri. Salah satunya dengan memberikan honorarium kepada juru pelihara (jupel) situs budaya. Berdasarkan data Disbudpar Jatim, jumlah total jupel sebanyak 240 orang, 18 diantaranya di Kabupaten Kediri.
Terpisah, Nardiono selaku Kepala Dusun Dorok, Desa Manggis mengatakan, Kirab Budaya di Situs Dorok menjadi agenda tahunan di bulan suro atau muharram. Masyarakat membawa gunungan yang berisi aneka hasil bumi untuk diperebutkan. Setelah itu, mereka mengadakan acara tasyakuran.
“Ini kegiatan rutin untuk warga semua untuk memperingati dan nguri-nguri budaya. Pemilihan tempat ini sendiri karena menjadi tempat yang sakral. Apalagi kini ada penemuan benda cagar budaya berupa kemuncak. Awalnya dikira lingga-yoni, tetapi ternyata dari hasil penelitian itu adalah kemuncak (bagian puncak candi),” terang Nardiono.
Diakui oleh Nardiono, pihaknya sengata mengundang Deny Widyanarko dalam kapasitas sebagai pemerhati budaya. Selain itu, masyarakat setempat sangat antusias dengan kehadiran Deny. Terbukti mereka terus mengerumuninya dan silih berganti meminta foto bersama. [nm/aje]






