Tuban (beritajatim.com) – Polres Tuban memastikan isu adanya demo gabungan masyarakat dari Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban di depan Gedung DPRD Tuban pada Rabu (3/9/2025) adalah hoaks. Kendati demikian, kantor DPRD Tuban tetap dijaga ketat mengingat adanya aksi unjuk rasa dari mahasiswa yang tergabung dalam organisasi ekstra kampus Cipayung Tuban.
Komisi II DPRD Tuban, Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Ketenagakerjaan, Fahmi Fikroni, membenarkan adanya aksi tersebut berdasarkan surat pemberitahuan resmi yang ditujukan kepada Ketua DPRD Tuban.
“Insya Allah kami semua akan menemui dan kami menerima dengan baik,” ujar Fahmi Fikroni, Rabu (3/9/2025).
Surat pemberitahuan aksi bernomor 004/B/CPYNF-T/09/2025 itu mencatat rencana aksi digelar pukul 07.00 WIB. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, unjuk rasa baru dimulai sekitar pukul 10.40 WIB.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Tuban menggelar aksi damai dengan mengangkat isu Indonesia Darurat Demokrasi serta menuntut keadilan dalam kasus driver ojek online (ojol).
Salah seorang orator sekaligus Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tuban, Agus Siswanto, menyatakan bahwa kondisi demokrasi di Indonesia tengah menghadapi persoalan serius akibat ulah pejabat sendiri.
“Hari ini kami menggelar aksi damai bersama HMI dan GMNI, tanpa adanya aksi anarkis. Tapi kami ingin menyampaikan aspirasi rakyat. Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia,” seru Agus Siswanto.
Aksi yang awalnya digelar di depan pintu gerbang DPRD Tuban kemudian dialihkan ke dalam halaman gedung. Massa diterima langsung oleh Ketua DPRD Tuban bersama para wakil dan pimpinan komisi. Situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung. [dya/beq]






