Sampang (beritajatim.com) – Demo terjadi di kantor BRI Sampang. Akibat kericuhan ini 2 warga terpaksa diamankan petugas. Dengan menumpangi kendaraan bak terbuka serta mobil pribadi, ratusan warga dari Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Mereka mendatangi kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI). Warga menuntut Bank tersebut bertangungjawab atas dugaan kasus korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) hingga menjerat satu orang tersangka yakni insial S atau bendahara desa.
Aksi demo tersebut sempat ricuh lantaran massa berusaha menerobos barisan polisi ketika hendak menyegel kantor BRI. Hal itu dilakukan lantaran massa merasa kecewa karena pihak BRI menolak untuk menandatangani surat tuntutan massa.
BACA JUGA:KPU Pamekasan Sosialisasikan Tahapan dan Pendidikan Pemilih Bagi Mahasiswa
“Kami menuntut BRI harus bertangungjawab atas kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan, tidak hanya itu kami juga meminta pihak BRI menandatangi surat tuntutan,” teriak Agus selaku korlap aksi warga Desa Gunung Rancak di depan kantor BRI Sampang, Senin (4/12/2023).
Pantauan di lokasi, aksi semakin memanas dan terjadi lepar botol air mineral serta pembatas jalan (Road Barriers) hingga berbuntut diamankanya dua orang pendemo karena diduga sebagai provokator.
Sementara itu, kepala BRI Cabang Sampang Rahmat Salim saat menemui massa mengatakan dengan tegas menolak menandatangi menandatangani surat tuntutan pendemo, karena sebelumnya pihaknya telah dipangil Kejaksaan serta menyerahkan alat bukti kepada penyidik.
BACA JUGA:Ganjar Pranowo Tegaskan Akan Melanjutkan Hilirisasi
“Kami menghormati proses hukum yang berlangsung. Jadi kami menolak menandatangani tuntutan pendemo,” kata Rahmat di hadapan warga Desa Gunung Rancak.
Sebelum membubarkandiri, ratusan massa dari Desa Gunung Rancak tersebut sempat bergeser ke kantor Kejaksaan untuk melalukan aksi serupa. Namun, berlangsung kondusif. (Sar/Aje)






