Surabaya (beritajatim.com) – Deltras FC harus menelan kekalahan 0-1 dari tuan rumah PSS Sleman dalam laga Liga 2 yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Senin (29/9/2025).
Kekalahan ini memicu kekecewaan pelatih Deltras FC, Widodo Cahyono Putro, yang menyoroti keputusan wasit serta penggunaan Video Assistant Referee (VAR).
Widodo menilai keputusan wasit ketiga, Andika Satria Putra, terkait pelanggaran di kotak penalti yang dilakukan Amirul, patut dipertanyakan.
Menurutnya, proses pengecekan melalui VAR pun tidak transparan karena tayangan ulang tidak ditampilkan di layar videotron.
“Kita semua melihat dengan mata kepala sendiri, jelas ada pelanggaran. Tapi kita hanya bisa mengandalkan VAR, sayangnya VAR itu tidak tersambung ke layar lebar, jadi kita tidak tahu apakah keputusan itu benar atau tidak,” ungkap Widodo dengan nada kecewa.
Mantan pelatih Persijab Jepara itu juga mengaku emosi dengan kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Ia menegaskan akan mempelajari rekaman video pertandingan untuk memastikan keputusan yang diambil.
“Saya akan lihat videonya, tapi melihat mimik wasit yang di tengah, saya tidak yakin. Mohon maaf, selama ini saya jarang berbicara soal wasit, tapi hari ini saya harus berbicara. Saya berharap wasit ini tidak ditugaskan lagi,” tegasnya.
Di sisi lain, pemain Deltras FC, Martinus Novianto, turut menyampaikan kekecewaannya atas hasil pertandingan. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain sudah berusaha maksimal dan mengikuti instruksi pelatih.
“Saya juga mewakili teman-teman untuk masyarakat Sidoarjo, khususnya Deltamania. Kami gagal meraih poin, tapi kami tetap optimis menghadapi pertandingan berikutnya,” kata Martinus.
Dalam pertandingan ini, PSS Sleman memastikan kemenangan lewat gol Gustavo Tocantins pada menit ke-57 yang tidak mampu dibalas oleh Deltras FC hingga peluit akhir berbunyi. Skor 1-0 menutup laga panas yang diwarnai kontroversi keputusan wasit dan VAR. (ted)






