Pacitan (beritajatim.com) – Delapan bulan sejak peluncuran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari lalu, pemerataan asupan gizi bagi peserta didik di Kabupaten Pacitan masih jauh dari harapan. Dari total sekitar 63 ribu siswa, baru 9.094 anak yang merasakan manfaat program unggulan pemerintah pusat tersebut.
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Kodim 0801 Pacitan, Kapten Sukilan, menyebut jumlah penerima memang meningkat dibandingkan awal pelaksanaan. Dari 5.708 siswa, kini sudah bertambah 3.386 menjadi 9.094 penerima manfaat. “Tiga ribu lebih tambahan penerima,” jelasnya, Ditulis Rabu (27/8/2025).
Program ini baru menjangkau dua kecamatan, yakni Pacitan dan Tulakan. Di Kecamatan Tulakan, ada 2.805 siswa dari 13 sekolah yang menerima jatah makanan bergizi. Sementara di wilayah Pacitan, sebanyak 6.289 siswa dari 25 sekolah sudah ikut dalam program yang diharapkan mampu menunjang kualitas pendidikan melalui pemenuhan gizi.
Tambahan penerima MBG di Kecamatan Sidoharjo juga mencakup 19 satuan pendidikan. Rinciannya, Kelompok Bermain (KB) 54 siswa, TK 223 siswa, SD/MI 1.180 siswa, SMP/MTs 248 siswa, SMA/SMK 1.325 siswa. Selain itu, program turut menyasar masyarakat non-pelajar, seperti ibu hamil 26 orang, ibu menyusui 111 orang, balita 181 anak, dan bayi 38 anak.
Namun, sekolah-sekolah di 10 kecamatan lain hingga kini masih menunggu kepastian. Banyak yang mengaku belum mendapatkan informasi resmi mengenai jadwal penyaluran program MBG.
Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Budiyanto, menegaskan bahwa penyaluran MBG memang dilakukan secara bertahap. “Kebijakan ini sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat, sementara daerah hanya menjalankan,” ujarnya. (tri/kun)






