Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang bulan Ramadhan, harga bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo mengalami lonjakan signifikan. Sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan tomat merah menjadi penyumbang utama kenaikan harga.
Kenaikan ini terjadi dalam beberapa hari terakhir, dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat dan terbatasnya stok di pasaran. Suprihatin, salah satu pedagang bumbu dapur, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit melonjak dari Rp 45.000 menjadi Rp 70.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000, bawang merah dari Rp 24.000 menjadi Rp 30.000, serta bawang putih dari Rp 35.000 menjadi Rp 38.000. Tomat merah bahkan mengalami kenaikan drastis hingga dua kali lipat dari harga awal Rp 5.000 per kilogram. “Naiknya sudah sejak tiga hari lalu. Permintaan meningkat, tapi stoknya di pasar sedikit,” ujar Suprihatin, Jumat (21/02/2025).
Ia memperkirakan lonjakan harga ini masih akan berlanjut, mengingat stok yang tersedia juga terbatas. Su prihatin berharap, stok bumbu dapur ini kembali normal, sehingga harganya juga kembali normal. “Kemungkinan masih naik. Saya sendiri juga kesulitan dapat barangnya,” tambahnya.
Kenaikan beberapa komoditi bumbu dapur ini, membuat warga mengurangi pembeliannya. Hal tersebut untuk mensiasati, harga yang melonjak sejak beberapa hari ini. Salah satunya yang dilakukan oleh Erna Aminin, warga asal Sukorejo ini mengaku mengurangi membeli bumbu dapur. Jika sebelumnya membeli bawang merah satu kilogram, kini hanya beli setengahnya. “Ya harus mensiasati untuk pembelian, jika sebelumnya beli sekilo kini dikurangi jadi setengah kilo saja belinya,” ungkap Erna Aminin.
Dia berharap harga bumbu dapur yang baik ini, kembali ke harga normal seperti sebelumnya. Apalagi bulan Ramadhan juga sudah semakin dekat, tentu akan banyak masyarakat yang pembeliannya juga meningkat. “Ya kepinginnya turun jadi normal lagi, apalagi ini mau Ramadhan. Pasti permintaan tinggi, nanti malah harganya semakin naik lagi,” tutupnya. (end/kun)






