Blitar (beritajatim.com) – Mendekati hari raya Iduladha, stok vaksin Lumpy Skine Deseases (LSD) di Kabupaten Blitar justru kosong. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin menjelaskan bahwa stok 700 dosis vaksin LSD dimilikinya telah habis bulan lalu.
Para peternak yang sapinya terinfeksi penyakit LSD pun kini terpaksa membeli vaksin secara komersial. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar pun tetap akan mendampingi para peternak untuk membeli vaksin LSD secara kolektif. “Stok vaksin LSD ini beda dengan vaksin PMK yang jumlahnya membludak, yang kita miliki 700 dosis sudah habis,” kata Nanang, Jumat (02/06/23).
Kondisi itu pun menjadi kekhawatiran tersendiri jelang datangnya hari raya Iduladha. Saat ini kasus LSD di Kabupaten Blitar sendiri terus meningkat. Tercatat selama awal tahun hingga bulan Mei 2023 ini, ada 98 sapi milik peternak di Kabupaten Blitar yang terjangkit penyakit LSD. 69 sapi telah dinyatakan sembuh sementara 28 lainnya kini masih dalam proses penyembuhan.
Sementara untuk sapi yang meninggal akibat penyakit LSD ini hanya berjumlah 1 ekor. Sapi tersebut dipotong paksa setelah terjangkit penyakit LSD. “Total yang terjangkit di wilayah kabupaten Blitar itu 98 ekor sapi dan jumlahnya peningkatan ini terjadi paling banyak di bulan 5 ini,” imbuhnya.
Dinas Peternakan dan perikanan Kabupaten Blitar sebetulnya terus melakukan upaya vaksinasi LSD ke ternak sapi milik warga. Dari data Dinas Peternakan dan perikanan Kabupaten Blitar total sudah ada 6.839 dosis vaksin LSD yang disuntikkan kepada ribuan sapi milik peternak di seluruh wilayah kabupaten Blitar.
Daerah yang paling banyak menerima penyuntikan vaksin LSD adalah Kecamatan Gandusari tepatnya di desa Krisik Kabupaten Blitar. Di lokasi tersebut ada 139 sapi yang telah menerima penyuntikan vaksin LSD dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar.
BACA JUGA:
H-30 Jelang Iduladha 1444 H, Pesanan Hewan Kurban di Lamongan Meningkat
Namun kini vaksinasi LSD ini terpaksa berhenti lantaran stok yang dimiliki oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Tengah kosong. Masyarakat yang ternaknya terjangkit penyakit LSD pun kini terpaksa harus membeli vaksin secara komersial. “Kalau vaksin sebetulnya kita terus tapi ya gimana kondisinya memang saat ini sudah kosong 700 dosis yang terakhir yang kami terima itu juga sudah habis,” terangnya.
Terus bertambahnya jumlah kasus LSD di Kabupaten Blitar seharusnya menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah setempat. Pasalnya Iduladha kini tinggal hitungan hari. Dengan banyaknya sapi yang terjangkit LSD maka dikhawatirkan bisa mengganggu harga pasar serta stok ternak yang akan digunakan untuk kurban pada hari raya Iduladha 2023 mendatang. (owi/kun)






