Malang (beritajatim.com) – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), Prof. Andy Fefta Wijaya, mengimbau mahasiswa untuk menjadi pemilih cerdas yang kritis dalam menentukan pilihan mereka. Dalam acara KPU Jatim Goes to Campus yang diadakan di FIA UB, Prof. Andy menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam menciptakan demokrasi berkualitas.
Menurutnya, mahasiswa perlu memilih calon pemimpin yang memiliki kualifikasi baik. Prof. Andy menuturkan bahwa pemilih cerdas adalah mereka yang mendasarkan pilihannya pada berbagai aspek penting seperti pendidikan, kompetensi, rekam jejak, dan budaya positif dari pasangan calon (paslon). “Mahasiswa harus mampu memilih berdasarkan data dan fakta, bukan hanya popularitas atau citra di media sosial,” ujar, Rabu (6/11/2024).
Prof. Andy juga mengajak mahasiswa untuk memperhatikan isu-isu krusial, seperti kemiskinan yang masih tinggi di Indonesia. Dengan target kemiskinan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) mendekati 0 persen, angka saat ini masih berada di kisaran 9,5 persen.
“Menurunkan kemiskinan hingga 1 persen per tahun menjadi tantangan besar bagi para pemimpin, sehingga penting bagi pemilih untuk memilih calon yang punya program konkret dan relevan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memilih pemimpin yang memiliki visi jelas dan solusi nyata terhadap masalah-masalah sosial. “Jadilah pemilih yang berbasis data dan fakta, dan pilih calon yang berkomitmen mengatasi tantangan bangsa kita,” tegas Prof. Andy.
Acara ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk lebih sadar politik dan terlibat aktif dalam pemilu dengan menjadi pemilih kritis yang cerdas. Diharapkan, pemilih muda bisa berkontribusi dalam membangun demokrasi yang lebih baik melalui pilihan yang tepat di Pilkada 2024. (dan/kun)






