Jember (beritajatim.com) – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember, Isti Fadah, berharap jumlah dosen dari Kantor Bea Cukai semakin banyak mengajar di kampusnya. Selama ini, hanya satu pegawai Kantor Bea Cukai Jember yang rutin memberikan kuliah kegiatan ekspor impor di FEB Unej.
“Kami berharap makin banyak praktisi dari Kantor Bea Cukai Jember yang menjadi pengajar di FEB Universitas Jember, sebab akan menambah khazanah ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dari sudut pandang praktisi, dan tentu menambah pengalaman kerja bagi mahasiswa,” kata Isti Fadah, sebagaimana dilansir Humas Unej, Kamis (28/4/2022).
Kantor Bea Cukai Jember juga mendidik 60 mahasiswa yang magang selama satu semester. “Kami menerima mahasiswa yang magang dan menerjunkan praktisi bea cukai mengajar,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Jember Asep Munandar.
“Berkat kerjasama dengan FEB Universitas Jember, kini Kantor Bea Cukai Jember melaju ke babak enam besar dalam ajang lomba layanan Kantor Bea Cukai se-Indonesia. Kami berharap masuk dalam posisi tiga terbaik. Dan kami optimis tercapai, mengingat hanya Kantor Bea Cukai Jember yang memiliki inovasi berupa kerjasama dengan dunia pendidikan tinggi,” kata Asep.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Bea Cukai memiliki program Sahabat Bea Cukai. “Mereka adalah mahasiswa FEB Universitas Jember yang menjadi ujung tombak sosialisasi tugas dan fungsi bea cukai kepada masyarakat luas. Hingga kini sudah ada lima mahasiswa yang menjadi Sahabat Bea Cukai dan akan terus bertambah,” kata Asep.
Asep mengatakan, wilayah Besuki Raya punya banyak potensi untuk ekspor seperti ekspor hasil pertanian dan perkebunan.
“Kantor Bea Cukai Jember melihat produk pertanian dan perkebunan seperti kopi dan coklat yang dihasilkan oleh UMKM banyak yang layak ekspor, namun pelaku UMKM masih minim informasi bagaimana cara mengirimkan produknya ke luar negeri,” katanya. [wir/beq]






