Malang (beritajatim.com) – Debat calon presiden (2024) ternyata cukup sepi peminat di salah satu warung kopi (warkop) kota Malang. Hal itu ditengarai karena sebagian besar yang nongkrong di tempat itu sedang mengerjakan tugas dan berdiskusi.
“Saya kebetulan lagi ujian akhir semester (UAS), jadi masih belum tertarik untuk lihat secara langsung debat calon presiden 2024 ini,” ungkap Yuda, mahasiswa pascasarjana jurusan teknologi pendidikan Universitas Negeri Malang, Selasa (12/12/2023).
Kendati begitu, Yuda mengaku sudah tertarik dengan gagasan salah satu paslon. Namun, ia tidak berkenan untuk menyebutkannya.
Meski sepi, bukan berarti di warkop bernama ekologie tepat di daerah Merjosari kota Malang ini tidak ada sama sekali yang peduli terhadap debat pilpres. Faris Hilaal Firaas, misalnya, mahasiswa semester 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama empat orang temannya nonton bareng debat pilpres.
Baca Juga: Mampu Lakukan Akad Kredit Untuk 2.312 Nasabah, Bank Jatim Pecahkan Rekor MURI
Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional ini merasa penting untuk mengamati dan memahami secara seksama gagasan dari capres 2024. Sejauh ini, ia masih tertarik dengan salah satu paslon dengan latar belakang daerah yang sama.
“Saya dari Madura, sejauh ini masih pegang pak Mahfud. Namun, tidak menutup kemungkinan nanti bisa saja ada perubahan kalau ada paslon lain yang gagasannya menarik,” ungkap pria yang saat ini berusia 21 tahun tersebut.

Suasana berbeda ditunjukkan di posko pemenangan Ganjar, daerah Tunjungsari, Karangploso Wetan. Masyarakat tampak antusias melihat debat pilpres dengan menggunakan LCD dan layar proyektor.
Salah satu penonton yang berusia muda, Hainor Rahman, merasa senang dengan suasana nobar debat pilpres yang sangat meriah ini. Masyarakat terlihat penuh dengan semangat dan kompak.
Baca Juga: Nobar Debat Capres di Posko TPD Jatim: Ganjar-Mahfud Wae!
“Kami saling memperhatikan dengan cermat paparan visi misi capres-cawapres. Ditunjukkan dengan tepuk tangan dan suara yang meriah,” ungkap pria yang lulus dari Universitas Islam Malang (Unisma) pada tahun 2023 itu.
Di posko pemenangan tersebut, antusias dominan diberikan ke paslon no 3. “Sebab bagi kami Ganjar Mahfud pemimpin yang tepat bagi keberlanjutan negara kesatuan Republik Indonesia dengan segenap problematikanya. Ganjar-Mahfud sekali lagi kami yakin pemimpin ideal,” ujar Hainor, yang kini berusia 22 tahun ini. (dan/ian)






