Surabaya (beritajatim.com) – Debat calon Presiden (Capres) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepi peminat bagi kalangan muda di area Wiyung dan sekitarnya.
Pantauan beritajatim.com, dari belasan warung kopi di area Wiyung, tak satupun menayangkan debat capres dan cawapres. Para pengunjung warkop lebih berminat nonton musik dangdut dan asik main game online dengan memanfaatkan WiFi yang disediakan warkop.
Warkop titik kumpul misalnya, warkop yang terletak sisi timur Wiyung ini tampak ramai pengunjung kalangan muda. Warung tersebut menyediakan fasilitas tivi dan juga menyediakan saluran wifi. Namun, tv yang disediakan bukan menyuguhkan acara debat Presiden namun lebih memilih menyuguhkan tontonan dangdut.
Raja, pria asal Gogor, kecamatan Wiyung Surabaya ini pengunjung warkop titik kumpul. Dalam Pilpres kali ini, pria kelahiran 18 tahun silam ini akan menggunakan hak suaranya untuk kali pertama. Namun Raja yang baru lulus SMK Negeri pada tahun lalu mengaku tak berminat untuk menonton debat Presiden dan Wakil Presiden.
BACA JUGA:
Penonton Nobar Debat Capres Teriakan Huu dan Gugat saat Prabowo Sampaikan Visi Misi
Dia lebih memilih untuk bermain game online daripada mengikuti debat pada calon pemimpin Indonesia tersebut.
“Tidak ngaruh (berpengaruh) debat Presiden itu mbak, lebih baik menikmati ini (sambil menunjukkan sebuah game online),” ujar Raja.
Saat ditanya siapa Presiden yang kelak akan dia pilih, Raja mengaku belum memikirkan siapa yang akan dia pilih. Namun, dia mengaku akan memilih Presiden pada orang yang bisa memberikannya pekerjaan.
“Kalau presidennya bisa jamin kasih kerjaan ke saya, pasti akan saya pilih,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Wildan, pria asal Wiyung ini juga mengaku tak menarik melihat debat Presiden karena menurut dia hal itu sangat membosankan.
“Ngapain nonton orang mereka, membosankan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Nobar Debat Capres di Posko TPD Jatim: Ganjar-Mahfud Wae!
Sementara masih di area Wiyung, hanya satu cafe yang tampak menyuguhkan tontonan debat Presiden yakni cafe Baccani. Namun, cafe ini tampak hanya satu pengunjung yang tampak menonton debat tersebut.
Septian, warga perumahan Gunung Sari Indah ini mengaku mengikuti acara debat ini untuk mengetahui apa saja program-program para Capres dan Cawapres tersebut.
“Selain itu juga penasaran, karena kan ramai di media sosial bagaimana debat ini akan berlangsung,” ujarnya. [uci/beq]






