Malang (beritajatim.com) – Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang (PBSI Unisma) mendatangkan praktisi Sekar Ayu Asmara seorang pekerja film. Acara ini dikemas dalam kuliah tamu yang berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa-Rabu (10-11/10/2023).
Kuliah tamu ini menjadi bagian dari hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Kemdikbud Ristek 2023. Dr. Ari Ambarwati, M.Pd., selaku penanggung penanggung jawab bidang mahasiswa dan kerjasama PKKM menjelaskan bahwa kuliah tamu dilakukan dengan mendatangkan tiga praktisi.
Praktisi pertama yang dihadirkan Sekar Ayu membahas tentang penulisan skenario. Nanti kedua akan ada Prof Isa Cahyani dan terakhir ada praktisi BIPA dari Universitas Indonesia.
“Kuliah tamu pertama ini kami berikan kepada mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah penulisan naskah drama dan skenario film. Mata kuliahnya sebanyak 4 sks diampu oleh Dr. Ahmad Tabrani dan Dr. Moh Badrih,” ujar Ambar, sapaanya.
Menurutnya, jika belajar langsung dengan praktisi penulisan skenario maka pengetahuan mahasiswa semakin luas. Pada mata kuliah naskah drama dan skenario film, kebanyakan dosen di PBSI Unisma lebih bisa menjangkau naskah drama. Oleh sebab itu, perlu didatangkan praktisi untuk membahas penulisan skenario film.
BACA JUGA: Puluhan Anak Yatim Dhuafa Menangis Usai Nobar Film Satu Hari dengan Ibu
“Dalam hal penulisan skenario film ini kita memang harus mendatangkan praktisi,” ujarnya.

Acara ini sesuai juga dengan arahan Mendikbud Ristek bahwa dalam Indikator Kinerja Utama harus mendatangkan praktisi. Hal yang mahasiswa dapat di kelas dapat dipraktikkan nanti saat lulus.
“Dengan nanti menjadi penulisan skenario film, ternyata banyak opsi pekerjaan yang bisa dipilih mahasiswa. Mereka tidak hanya bisa menjadi guru di sekolah, tetapi juga bisa menjadi edupreneur, penulis skenario film misalnya. Bayarannya juga sangat lumayan seperti yang disampaikan pemateri tadi,” terang dosen PBSI Unisma tersebut.
Sementara itu, materi penulisan skenario film disampaikan oleh Sekar Ayu Asmara yang juga menjadi juri FFI 2023. Skenario, kata Sekar, adalah panduan dasar sebuah produksi film layar lebar.
“Bisa juga kita artikan dokumen tertulis tentang sebuah cerita, mencakup segalanya yang terlihat dan terdengar di. Skenario itu harus berisi keterangan tentang lokasi, karakter, dialog dan adegan. Skenario merupakan unsur terpenting dalam produksi sebuah film,” ujar perempuan yang juga menjadi novelis dan produser lagu tersebut. (dan/nap)






