Bondowoso (beritajatim.com) – Program unggulan Pemkab Bondowoso tahun 2027 resmi difokuskan pada sektor strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan hingga pemberian pupuk subsidi bagi petani. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Arah pembangunan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 di Pendopo RBA Ki Ronggo, Senin (30/3/2026).
Mengusung tema “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan”, pemerintah daerah menetapkan lima prioritas utama yang diterjemahkan dalam berbagai program strategis.
Pada sektor ekonomi inklusif, Pemkab Bondowoso mendorong hilirisasi produk lokal guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan. Program ini diperkuat dengan pemberdayaan UMKM dan pedagang kecil, serta target pembentukan 1.000 kelompok usaha baru. Digitalisasi pasar dan ekonomi kreatif juga dikembangkan, bersamaan dengan penguatan sektor pertanian melalui program pupuk gratis dan asuransi petani.
Di bidang reformasi birokrasi dan pelayanan publik, pemerintah daerah mempercepat digitalisasi layanan melalui optimalisasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan e-layanan kependudukan. Penguatan sistem merit serta peningkatan kesejahteraan ASN dan PPPK juga menjadi fokus untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional.
Sementara itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) diarahkan pada perluasan akses pendidikan melalui program beasiswa dan pemerataan jaminan kesehatan masyarakat. Penguatan layanan kesehatan primer turut menjadi prioritas, disertai pemberdayaan perempuan dan pemuda agar lebih aktif dalam pembangunan.
Untuk sektor infrastruktur, Pemkab kembali menggencarkan program “Rantas” atau infrastruktur jalan tuntas guna meningkatkan konektivitas wilayah. Pembangunan dan pemeliharaan jalan, serta peningkatan layanan listrik dan penerangan, diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat secara merata.
Di sisi lingkungan dan budaya, pemerintah fokus pada penguatan ketahanan lingkungan sebagai langkah mitigasi bencana dan pelestarian ekosistem. Selain itu, pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal dan rebranding destinasi wisata Bondowoso juga menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing daerah.
Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa seluruh program tersebut disusun selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nasional 2027 dan arah pembangunan Provinsi Jawa Timur.
“Program harus berdampak langsung kepada masyarakat. Efisiensi belanja menjadi prinsip utama, dan perencanaan harus berbasis data serta kinerja,” tegasnya.
Dengan target indikator makro yang telah ditetapkan, seperti pertumbuhan ekonomi 4,94–6,00 persen, angka kemiskinan 11,00 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,60, Pemkab Bondowoso optimistis program unggulan ini mampu mendorong daerah menjadi lebih tangguh, unggul, dan berdaya saing. [awi/beq]






