Bojonegoro (beritajatim.com) – Hingga pertengahan tahun anggaran 2025, realisasi lelang proyek fisik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro masih tergolong minim.
Dari total 451 paket tender yang tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP), baru delapan paket yang berhasil diselesaikan proses lelangnya.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, David Yudha Prasetya, menjelaskan bahwa dari total 451 paket, sebanyak 231 paket telah diterima oleh pihaknya. Namun, baru 109 paket yang diumumkan ke publik, dan hanya delapan yang tuntas proses tendernya.
“Sementara, sebanyak 110 paket lainnya masih dalam proses review oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) sebagai persiapan pengumuman selanjutnya,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
David menyebutkan bahwa paket tender yang telah masuk baru berasal dari lima organisasi perangkat daerah (OPD), yaitu Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Dinas PU Sumber Daya Air (SDA), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
Lambatnya pengajuan paket tender dari OPD lain menjadi salah satu penyebab rendahnya progres pengadaan proyek fisik tahun ini. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap efektivitas pelaksanaan proyek di lapangan. Apabila proses tender terus tertunda, dikhawatirkan pekerjaan tidak akan maksimal mengingat waktu pelaksanaan yang semakin sempit.
David menambahkan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memaksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di masing-masing OPD agar segera mengajukan paket lelang, meskipun percepatan sangat dibutuhkan agar program pembangunan tidak terhambat. [lus/ted]






