Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan, banyak tempat yang menawarkan pekerjaan ringan bergaji besar. Bahkan nilai gaji yang diterima jauh di atas pekerja tetap.
Seperti pekerjaan yang didapat Rebecca Dickson asal Greenock, Skotlandia. Dia dapat pekerjaan yang cukup menyenangkan dengan upah fantastis, US$20 atau hampir Rp300 ribu per jamnya.
Tugasnya sangat mudah karena hanya duduk dan menonton film dewasa. Tetapi dia harus membuat laporan pengamatan untuk memahami karakter pasar industri film dewasa.
Meski begitu, mendapatkan pekerjaan itu tidaklah mudah. Dickson harus menyisihkan 90 ribu pelamar lain untuk bisa mendapatkan posisi sebagai Kepala Riset Hubungan Dewasa Bedbible
Bedbible, sebuah situs etis hubungan dewasa meluncurkan penelitian untuk memahami industri muatan biru dengan lebih baik. Memperoleh data dan informasi tentang berbagai topik, seperti posisi berhubungan, durasi, jumlah orgasme, rasio pria vs wanita, dan distribusi bahasa, adalah bagian dari pekerjaan.
Untuk Bedbible, Dickson perlu mengumpulkan data dari video porno untuk mempersiapkan “studi mendalam tentang perilaku dan statistik pornografi.”
“Saya melihatnya dan berpikir itu adalah pekerjaan yang ideal. Siapa yang tidak ingin dibayar untuk menonton film porno? Sejujurnya saya terkejut bahwa saya dipilih untuk pekerjaan itu, karena saya dari kota kecil di mana hal itu masih jarang dibicarakan, jadi ini adalah kesempatan besar, dan saya senang menjadi bagian dari proyek ini,” tulis Dickson dalam laporannya.
Menurut New York Post, tugas pertama Dicksin adalah menonton 100 video teratas laman konten dewasa Pornhub dan mencatat durasi dan posisi hubungan intim mereka. Dia juga diminta untuk mencatat distribusi warna rambut, distribusi bahasa, fetish, dan role-playing dalam klip tersebut.
Ketika ditanya tentang pengalamannya, Dickson mengatakan pekerjaan itu sempurna untuknya dan bahwa dia sangat cocok untuk posisi itu.
“Ini posisi yang ideal bagi saya. Saya orang yang sangat terbuka dan berpikiran terbuka. Saya tidak menentang mencoba sesuatu yang baru,” katanya.
Dia juga berkata, “Ini adalah usaha yang sangat berbeda dari biasanya, tapi saya menikmati tantangan baru, dan itu adalah pekerjaan yang dibuat khusus untuk saya.” “Sangat menarik untuk menyelidiki subjek yang diselimuti rasa malu, dan artikel ini membuka perspektif baru di sektor ini.”
Dengan pekerjaannya saat ini sebagai Kepala Riset Konten Dewasa Bedbible, perempuan berusia 22 tahun itu berpenghasilan sekitar tiga kali upah minimum federal di Amerika Serikat. (adg/beq)






