Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah wilayah di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro dikepung banjir. Air yang berwarna kecokelatan itu mengalir deras di jalan-jalan lingkungan hingga jalan provinsi dan menggenangi sejumlah rumah, lahan pertanian, dan fasilitas umum, mulai Senin (23/12/2024) malam.
Banjir yang terjadi akibat limpasan air dari kawasan hutan di Kecamatan Dander itu hanya berlangsung sekitar 2 jam dan langsung surut. Namun, banjir berpindah ke wilayah hilir di Kecamatan Bojonegoro, khususnya di Desa Pacul dan Desa Sukorejo, Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani.
Sedikitnya ada lima desa di Kecamatan Dander yang terlaporkan banjir. Lima desa itu yakni Desa Dander, Ngunut, Growok, Sumberarum dan Desa Kunci. Air menggenang dengan rata-rata ketinggian antara 20-50 cm
“Banjir ini merupakan limpasan air dari hutan,” ujar Kades Sumberarum, Sugeng.
Dari data yang berhasil dihimpun, di Desa Dander ada 15 RT yang terdampak. Dari RT 16 hingga RT 35 dengan ketinggian air antara 40 sampai 80 centimeter. Satu fasilitas umum yakni masjid terendam dengan ketinggian 50 cm, sawah, dan jalan raya Dander – Ngasem sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian kurang lebih 70 cm.
Kemudian di Desa Kunci di 6 RT, dari RT 5, 8, 9, 10, 12, dan RT 15 dengan ketinggian air 40 -60 cm. Sawah yang tergenang seluas kurang lebih 10 hektar dengan usia padi 45 hari dengan ketinggian 50 cm. Dan Jalan Raya Dander – Temayan sepanjang 200 meter dengan ketinggian 60 cm.
Di Desa Ngunut, ada 14 RT di RT 3, 4, 6, 7, 8, 11, 12, 13, 16, 17, 20, 21, 22, dan RT 23 yang tergenang. Sawah seluas kurang lebih 20 hektar dengan usia padi 45 hari dengan ketinggian air 30-70 cm. Sedangkan untuk jalan raya Ngunut – Ngasem terendam air dengan ketinggian 20-40 cm sepanjang 100 meter.
Untuk di Desa Growok, ada 5 RT yang terendam di RT 1, 2, 5, 6, 7 dengan ketinggian air sekitar 20 sampai 30 cm. Sawah tergenang seluas 30 hektar usia padi 60 hari dengan ketinggian 50 cm, dan Jalan Raya Dander – Temayang sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian 50 cm.
Kemudian di Desa Sumberarum, banjir bandang merendam lingkungan di RT 15, 16, 17, 24, 28, 32, 33 dengan ketinggian air kurang lebih 20 – 30 cm. Sawah seluas kurang lebih 15 Ha usia padi 50 hari dengan ketinggian air 30 – 50 cm. Serta Jalan Raya Dander – Temayang sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian air 30 – 40 cm.
Banjir di Kecamatan Dander tersebut langsung surut dan mengalir ke daerah hilir wilayah Desa Pacul dan Desa Sukorejo. Di Desa Pacul banjir merendam jalan lingkungan di RT 6 – 17, dan RT 18 – RT 21. Ketinggian air sekitar 20-30 cm. Kemudian di TPK Desa Sukorejo.
Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Dander dari pukul 16.15 WIB dan meluapnya air sungai dan dari hutan sehingga mengakibatkan banjir dan menggenangi beberapa rumah warga, fasum dan ruas jalan.
Dari kejadian banjir bandang tersebut, pihak BPBD Bojonegoro telah melakukan assessment di lokasi. Banjir di wilayah tersebut merupakan banjir langganan saat hujan deras terjadi di wilayah hutan Bojonegoro. [lus/aje]






