Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto memerintahkan normalisasi sungai untuk mengatasi banjir di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ribuan orang warga terdampak banjir yang terjadi setelah hujan lebat mengguyur, Minggu (22/12/2024).
“Banjir di Desa Wonoasri tidak sering. Justru baru sekali ini dalam tiga tahun terakhir. Terakhir (banjir pada) 2021. Memang ada pendangkalan atau sedimentasi di Sungai Curahnongko. Oleh teman-teman Pemerintah Provinsi Jatim sudah dilakukan mitigasi di sana,” kata Hendy.
Hendy sudah meninjau lokasi banjir di Desa Wonasri, Senin (23/12/2024) kemarin. “Treatmentnya adalah normalisasi sungai. Kami akan lakukan pengerukan. Sebelumnya sudah ada pengerukan. Tapi memang ini waktunya setelah tiga tahun lebih. Hampir empat tahun. Terjadi pendangkalan, sehingga ada luapan air,” katanya. Setelah pengerukan dan pelebaran, aliran sungai akan kembali normal.
Beberapa hari terakhir ini curah hujan di Jember tinggi. “Dua jam sudah banjir. Bahkan di kota sungainya tidak banjir, jalannya yang banjir,” kata Hendy. Hal ini dikarenakan saluran tidak bisa menampung volume air hujan yang mengguyur jalanan.
Sementara untuk korban terdampak banjir sudah kembali ke rumah masing-masing. Hanya beberapa orang yang masih tinggal di penampungan sementara, termasuk dua orang warga lanjut usia yang selama ini hidup sebatang kara. “Teman-teman akan memindahkan mereka ke tempat Dinas Sosial agar tertangani lebih baik lagi,” kata Hendy.
BPBD Jember mencatat banjir melanda enam desa di Tempurejo, yakni Sanenrejo, Wonoasri, Curahnongko, Curahtakir, Andongrejo, dan Sidodadi. Sebanyak 1.573 keluarga (5,230 jiwa) di Kecamatan Tempurejo dan 67 keluarga (268 jiwa ) di Kecamatan Wuluhan yang terdampak banjir. [wir]






