Surabaya (beritajatim.com) – Dana efisiensi anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bakal dialokasikan untuk pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, terutama di daerah terpencil yang belum pernah menerima bantuan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan, efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat ini telah dialihkan untuk memprioritaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur sekolah.
“Kami sudah melakukan efisiensi. Namun, efisiensi itu pun sudah dialihkan ke hal-hal lebih prioritas, seperti sarana prasarana sekolah di seluruh wilayah, termasuk di Jawa Timur yang belum pernah tersentuh bantuan,” ujarnya, Senin (3/3/2025) malam.
Sasaran pemenuhan infrastruktur sekolah tersebut meliputi pembangunan sarana prasarana, ruang kelas, laboratorium, dan toilet (MCK). “Karena itu menjadi prioritas presiden agar sekolah benar-benar layak sebagai lembaga pendidikan,” kata Aries.
Ia menjelaskan bahwa 55 persen dari lembaga pendidikan di Jatim, atau kurang lebih 1.650 sekolah jenjang SMA/SMK/SLB negeri dan swasta, belum pernah menerima bantuan APBN maupun APBD. “Anggaran kita memang terbatas,” akunya.
Dana efisiensi ini, kata Aries, memungkinkan pengalihan anggaran ke sektor pendidikan dan kesehatan. “Dengan efisiensi ini, kita berharap bisa secara bertahap menjangkau sekolah-sekolah yang membutuhkan, dan semoga bisa tersentuh semuanya pada tahun 2025,” harapnya.
Aries juga membeberkan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pihaknya difokuskan pada beberapa bidang, termasuk perjalanan dinas, alat tulis kantor (ATK), dan kegiatan-kegiatan seremonial.
“Memang efisiensi ini menjadi perintah pemerintah pusat kepada seluruh daerah, termasuk kabupaten/kota dan provinsi. Dimana, memang efisiensi ini menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menjalankan berbagai program pemerintah,” katanya.
Dengan kebijakan efisiensi anggaran ini, diharapkan adanya pemerataan akses pendidikan yang layak bagi seluruh siswa di Jatim, terutama bagi sekolah di daerah yang jauh dari pusat perkotaan dan sekolah yang terdampak bencana. [ipl/ted]






