Ringkasan Berita:
- Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan, meraih penghargaan Santri Bhayangkara Inspiratif 2026 dalam ajang Santri of The Year 2026.
- Penghargaan diberikan atas pengabdiannya mendampingi ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
- Bersama istrinya, Purnomo menjalankan Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental di bawah Yayasan Berkas Sinar Abadi.
- Pendampingan dilakukan melalui penyediaan tempat tinggal, makanan, obat-obatan, serta kegiatan sosial dan keagamaan dengan pendekatan humanis.
Lamongan (beritajatim.com) – Pengabdian Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan, dalam mendampingi ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengantarkannya meraih penghargaan Santri Bhayangkara Inspiratif 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kiprahnya memadukan nilai-nilai kepesantrenan dengan pelayanan kemanusiaan bagi kelompok rentan.
Bersama istrinya, Purnomo menjalankan gerakan sosial melalui Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental di bawah naungan Yayasan Berkas Sinar Abadi. Tempat tersebut menjadi ruang pendampingan bagi ODGJ agar mereka mendapatkan perawatan sekaligus perhatian yang manusiawi.
Dedikasi tersebut mengantarkan Purnomo menerima penghargaan Santri Bhayangkara Inspiratif 2026 dalam ajang Santri of The Year 2026. Penghargaan itu diserahkan Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid di Graha Jalapuspita, Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Ajang yang diselenggarakan Islam Nusantara Center (INC) bekerja sama dengan DPR RI tersebut memberikan apresiasi kepada figur berlatar belakang santri yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Bagi Purnomo, mendampingi orang dengan gangguan jiwa bukan sekadar menyediakan kebutuhan sehari-hari. Proses tersebut membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan keikhlasan untuk menghadapi beragam kondisi para penghuni.
Nilai-nilai itu, menurutnya, tidak lepas dari pendidikan pesantren yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
“Menghadapi saudara-saudara kita yang mengalami gangguan jiwa itu tidak bisa hanya dengan pendekatan formal. Diperlukan kesabaran ekstra, ketelatenan, dan keikhlasan yang memang menjadi ruh serta tradisi yang dipelajari di pesantren,” kata Purnomo, Senin (26/10/2026).
Di pondok rehabilitasi tersebut, para penghuni mendapatkan tempat tinggal, makanan, dan obat-obatan. Mereka juga diajak berinteraksi melalui kegiatan sosial dan keagamaan dengan pendekatan yang humanis.
Menurut Purnomo, pengabdian tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelompok rentan yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Pendampingan yang dilakukan diharapkan dapat membantu para penghuni menjalani keseharian dengan lebih baik dan memperoleh perhatian yang layak.
Penghargaan Santri Bhayangkara Inspiratif 2026 menjadi dorongan bagi Purnomo untuk terus menjalankan pengabdian kemanusiaan. Ia meyakini nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan tugas kepolisian dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Aksi nyata di lapangan ini membuktikan bahwa semangat pengabdian santri sejalan dengan arah kebijakan Bapak Kapolri, yaitu ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Kepolisian dan nilai-nilai keagamaan bisa saling menguatkan untuk membantu sesama,” ujarnya. [fak/beq]






