Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 2-2 oleh De Red FC pada pekan ketujuh lanjutan kompetisi Championship 2026/2027 di Stadion Surajaya, Lamongan. Kemenangan Laskar Joko Tingkir yang sudah berada di depan mata buyar setelah Keven mencetak gol penyeimbang pada masa injury time babak kedua, yakni menit ke-90+4.
Tuan rumah Persela sebenarnya mengawali laga dengan penampilan meyakinkan. Laskar Joko Tingkir membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-12 lewat sundulan terarah Juninho Cabral yang memanfaatkan umpan matang dari set-piece sepak pojok Caique Souza.
Persela nyaris memperbesar keunggulan pada menit ke-27, namun sepakan keras penyerang Dendy Sulistyawan hanya membentur tiang gawang De Red FC.
Memasuki babak kedua, kubu tamu De Red FC melakukan rotasi strategi dengan memasukkan Titan Agung dan Umar Thoriq untuk meningkatkan daya gedor. Perubahan taktik tersebut membuat alur serangan tim tamu menjadi lebih agresif.
Tekanan bertubi-tubi De Red FC berbuah hasil pada menit ke-55. Memanfaatkan skema tendangan bebas dari Ahmad Fahd, Keven Alleson sukses menyarangkan bola ke gawang Persela sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Tidak berselang lama, Persela merespons cepat untuk merebut kembali keunggulan. Pada menit ke-62, giliran Caique Souza yang mencatatkan namanya di papan skor usai mengonversi umpan silang akurat dari Rafiud Drajat, membuat tuan rumah kembali memimpin 2-1.
Gol Menit Akhir Keven Buyarkan Kemenangan Tuan Rumah
Pertandingan berjalan semakin sengit jelang waktu normal berakhir. De Red FC sempat mengancam melalui sontekan Supriadi pada menit ke-68 yang sayangnya masih membentur mistar gawang.
Saat kemenangan Persela tampak sudah di depan mata, petaka datang pada masa tambahan waktu. Sepakan keras jarak jauh yang dilepaskan Keven pada menit ke-90+4 meluncur deras merobek jala gawang Rafli Mahreza dan memaksa skor akhir imbang 2-2.
Hasil minor ini memperpanjang tren negatif Persela yang gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir, usai sebelumnya imbang kontra Deltras FC dan takluk dari RANS Nusantara FC.
Pelatih Kepala Persela, Bima Sakti, secara terbuka mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan timnya mempertahankan keunggulan hingga menit akhir.
“Saya sebagai pelatih bertanggung jawab penuh atas hasil ini. Memang tidak mudah mengangkat performa tim di tengah grafik yang menurun. Ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi kami untuk segera berbenah,” ujar Bima selepas pertandingan.
Eks penggawa Timnas Indonesia itu menjelaskan, keputusan taktis untuk menumpuk pemain di lini belakang pada menit-menit akhir justru memicu celah di area gelandang yang dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol penyeimbang.
Sementara itu, pelatih De Red FC, Aji Santoso, bersyukur timnya mampu mencuri poin penting tandang sesuai dengan target awal.
“Kami bersyukur bisa mendulang poin di sini sesuai target minimal satu poin. Pertandingan berlangsung sangat seru dan menarik, di mana kedua tim saling mengejar kedudukan,” kata Aji.
Tambahan satu poin ini menempatkan Persela di peringkat keempat klasemen sementara Grup B dengan raihan 13 poin, sementara De Red FC tertahan di posisi kedelapan dengan mengemas 6 poin. [fak/but]






