Madiun (beritajatim.com) – Sebanyak 5 perjalanan Kereta Api (KA) dari wilayah Daop 7 Madiun direncanakan akan memutar melalui jalur selatan. Hal tersebut merupakan salah satu dampak banjir di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Supriyanto merinci, KA yang memutar lewat jalur selatan yakni KA Matarmaja 281/282 Malang – Pasar Senen, KA Brantas tambahan 7033a/7034a Blitar – Pasar Senen, KA Brantas reguler 109a/110a Blitar – Pasar Senen, KA Majapahit 251/252a Malang – Pasar Senen, dan KA Brawijaya 73a/74a Malang – Gambir.
Pengalihan perjalanan jalur selatan tersebut melalui rute perjalanan Stasiun Solo Balapan, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, dan Jakarta. Supriyanto menuturkan, curah hujan yang sangat tinggi sejak Sabtu dini hari menyebabkan terjadinya banjir, yang menggenangi beberapa titik jalur kereta api dan aktivitas di Stasiun Semarang Tawang.
“Gangguan perjalanan kereta api yang terjadi sejak 31 Desember 2022. Pantauan pagi ini, hujan masih terjadi dan air masih menggenangi Stasiun Semarang Tawang setinggi 20 centimeter. Kemudian pada jalur KA di antara Stasiun Semarang Tawang – Alastua di km 2+2 s.d 4+6 jalur hilir ketinggian air mencapai 28 centimeter,” kata Supriyanto, Minggu (1/1/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pt-kai”]
“Sedangkan di km 2+4 s.d 4+4 jalur hulu ketinggian air yaitu 26 centimeter. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas gangguan perjalanan kereta api yang diakibatkan oleh bencana alam ini,” lanjutnya.
Supriyanto menjelaskan KAI bersama seluruh stakeholder terus berupaya sebaik mungkin untuk dapat segera menormalkan jalur dan operasional KA. Tak hanya itu, pihaknya berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api.
“KAI terus berupaya untuk mengurangi kelambatan yang terjadi sehingga perjalanan kereta api dapat kembali normal,” terang Supriyanto. [fiq/suf]






