Lumajang (beritajatim.com) – Siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jugosari 3 di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terpaksa libur bersekolah pasca bencana banjir lahar Gunung Semeru.
Sebelumnya, banjir lahar awalnya dilaporkan menerjang beberapa daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru dengan amplitudo mencapai 35 millimeter, Jumat (5/12/2025).
Kemudian, banjir lahar kembali dimuntahkan Gunung Semeru dengan amplitudo mencapai 40 milimeter pada, Sabtu (6/12/2025).
Akibatnya, luapan banjir lahar sampai menjangkau kawasan permukiman penduduk di Dusun Sumberlangsep yang tepat berada di seberang sungai Regoyo.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, sebanyak 14 rumah dan satu fasilitas umum (Fasum) berupa bangunan masjid rusak karena terdampak banjir lahar.
Hal ini membuat siswa yang berasal dari lokasi terdampak di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro tidak bisa mengikuti pembelajaran pada, Senin (8/12/2025).
Guru SDN 3 Jugosari Eri Eliawati mengatakan, sedikitnya ada 37 anak dari Dusun Sumberlangsep yang bersekolah di tempatnya.
Dampak banjir lahar Gunung Semeru membuat mayoritas dari anak-anak di wilayah terdampak tidak bisa masuk sekolah.
“Jadi, dampak lahar ingin kemarin anak-anak tidak bisa masuk sekolah hari ini. Jumlahnya dari Sumberlangsep itu total ada 37 siswa,” terang Eri saat dijumpai, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, hanya ada 2 siswa asal Dusun Sumberlangsep yang masuk di hari pertama sekolah pasca banjir lahar.
Bahkan dari dua siswa yang masuk, terdapat satu siswa yang tidak memakai seragam lantaran seragamnya ikut terendam material banjir.
Sementara, siswa yang tidak masuk diketahui disebabkan karena kesulitan akses akibat banjir lahar.
“Untuk hari ini ada yang masuk 2 anak itu karena mereka mengungsi di rumah saudara. Sedangkan yang lainnya sepertinya tidak bisa masuk karena akses jalannya masih susah dilewati bagi anak-anak,” ungka Eri. (has/ted)






