Madiun (beritajatim.com) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi meningkatnya kejadian kebakaran dan penyelamatan non-kebakaran setiap tahun. Namun, kondisi sebagian armada yang sudah tua dan mengalami kerusakan menjadi tantangan tersendiri di lapangan.
Saat ini Damkar Kabupaten Madiun mengoperasikan enam unit kendaraan, terdiri dari lima mobil pemadam dan satu unit suplai air. Dari jumlah tersebut, empat unit dalam kondisi baik, sementara dua unit lainnya mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.
“Unit yang mengalami kerusakan berada di Pos Pendopo Lama dan Pos Kecamatan Geger. Kendaraan tersebut sudah cukup lama digunakan, sehingga wajar bila memerlukan peremajaan atau perbaikan menyeluruh,” ujar Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Dinas Damkar Kabupaten Madiun, Andi Koerniawan, Rabu (22/10/2025).
Kabupaten Madiun yang memiliki 15 kecamatan membutuhkan dukungan armada yang prima. Saat ini, Damkar hanya memiliki tiga pos aktif, masing-masing melayani hingga lima kecamatan. Menurut Andi, penambahan pos dan kendaraan menjadi bagian dari rencana jangka menengah yang sedang disusun dinasnya.
“Harapan kami ke depan adalah adanya dukungan untuk peremajaan unit damkar serta penambahan pos baru, terutama di wilayah atas seperti Kecamatan Kare dan Gemarang, mengingat kondisi geografisnya yang cukup menantang,” jelasnya.
Selain armada pemadam, kebutuhan kendaraan penyelamatan non-kebakaran juga menjadi perhatian serius. Selama triwulan ketiga tahun 2025, tercatat 483 kejadian penyelamatan, jauh lebih tinggi dibandingkan 59 kejadian kebakaran. Namun dari tiga mobil penyelamatan yang dimiliki, seluruhnya kini tidak dalam kondisi optimal.
“Permintaan penanganan non-kebakaran cukup tinggi, mulai dari evakuasi hewan, penyelamatan warga, hingga kejadian lain yang membutuhkan respons cepat. Oleh karena itu, dukungan sarana yang memadai sangat penting untuk menunjang tugas personel di lapangan,” tambah Andi.
Saat ini, Dinas Damkar Kabupaten Madiun memiliki 49 personel yang tersebar di tiga pos dan markas komando (Mako) utama. Dengan semangat pelayanan, mereka berkomitmen memberikan respons terbaik kepada masyarakat meski di tengah keterbatasan sumber daya.
“Semua tantangan ini tentu menjadi masukan penting bagi kami untuk menyusun langkah-langkah ke depan. Kami optimis, dengan sinergi dan dukungan berbagai pihak, layanan pemadam dan penyelamatan di Kabupaten Madiun bisa semakin baik dan merata,” tutup Andi. [rbr/beq]






