Madiun (beritajatim.com) — Upaya membangun kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah dasar terus dilakukan SDN Purworejo 03, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Salah satunya melalui kegiatan simulasi penanganan kebakaran yang melibatkan langsung tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada siswa tentang langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat, khususnya kebakaran. Tidak hanya teori, para siswa diajak merasakan langsung bagaimana menghadapi situasi berisiko secara aman dan terarah.
Kepala SDN Purworejo 03, Reni Verawati, menyampaikan bahwa pembelajaran kebencanaan akan lebih efektif jika disampaikan melalui pengalaman langsung. Menurutnya, simulasi menjadi sarana penting agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan bertindak.
“Dengan simulasi, anak-anak bisa belajar secara nyata bagaimana bersikap dan mengambil tindakan saat terjadi kebakaran,” ungkap Reni, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan bertajuk “Tamu Inspirasi Damkar Goes to SDN Purworejo 03” tersebut merupakan bagian dari program kokurikuler tahunan sekolah yang mendukung pembelajaran intrakurikuler tahun ajaran 2025/2026, khususnya pada materi kebencanaan dalam mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup.
Dalam pelaksanaannya, petugas Damkar Unit Kecamatan Geger memberikan penjelasan mengenai penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah dan sekolah, serta cara pencegahannya. Salah satu pemateri, Amru Al Mu’tasim, juga memaparkan langkah awal penanganan api sebelum membesar.
Siswa dikenalkan dengan berbagai alat dan metode pemadaman sederhana, seperti penggunaan APAR, karung goni, dan water spray. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan demonstrasi langsung yang melibatkan siswa.
Kehadiran mobil pemadam kebakaran di halaman sekolah menjadi daya tarik tersendiri. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, meskipun beberapa di antaranya masih terlihat gugup saat pertama kali mencoba praktik pemadaman api.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar. “Harapannya, anak-anak tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga berani dan siap mengambil tindakan yang tepat saat terjadi keadaan darurat,” pungkas Reni. (rbr/kun)






