Surabaya (beritajatim.com) – Permasalahan SMP Petra dengan pengurus RW di perumahan Manyar Tirtoasri, Surabaya terkait uang keamanan akhirnya menemui titik terang, Senin (5/8/24) hari ini.
Kedua pihak dipertemukan mediasi oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi. Ke- duanya sepakat bahwa perihal keamanan, sekolah Petra akan mengelola mandiri.
“Temen temen RW sudah menyampaikan, selesai. Biar tidak ada fitnah, (pihak RW) sudah tidak mau terima apa apa,” jelas Eri Cahyadi, setelah selesai mediasi.
Menurut Eri, sekolah SMP Petra juga menyepakati peralihan tanggungjawab itu. Kata dia, kebutuhan fasilitas umum (Fasum) bakal sekolah Petra yang tanggung.
“Petra juga luar biasa, meskipun pihak RW tidak menerima apa apa pun. (Petra) akan menyelesaikan fasum fasum yang jadi tanggung jawab Petra,” jelas Eri merinci buah kesepakatan itu.
Lebih lanjut, terkait kemacetan jalanan komplek akibat kendaraan antar jemput siswa, Eri mengungkap, Petra ke depan akan berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk mengurai macet tersebut.
“Petra juga menjaminkan, nanti dengan Pemkot tidak ada lagi kemacetan. Sekuriti sekuriti Petra akan turut menjaga di 8 pintu perumahan, untuk mengatur kemacetan. Sebab warga ini mintanya, ingin tak ada macet dan udaranya bersih,” terang Eri.
Untuk diketahui, perseteruan antara pengurus RW dengan sekolah Petra ini, dipicu lantaran rencana kenaikan tagihan iuran keamanan. Dari Rp32 juta, ke Rp35 juta. Namun hal itu belum sampai dikata sepakat.
Sedangkan, tagihan keamanan itu diperuntukkan untuk biaya RW menggaji para sekuriti di kompleks perumahan. Yang mengatur lalu lintas kemacetan jalan antar jemput, serta biaya fasum lainnya.[ram/aje]






