Jombang (beritajatim.com) – Sejumlah caleg (calon legislatif) pendatang baru berpeluang lolos menjadi anggota DPRD Jombang. Itu karena perolehan suara para caleg tersebut cukup siginifikan. Meski hingga saat ini penghitungan oleh PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) belum dilakukan.
Para caleg tersebut tersebar di enam dapil yang ada di Kabupaten Jombang. Merea berasal dari sejumlah partai. Caleg wajah baru yang diprediksi lolos menjadi anggota DPRD Jombang paling banyak dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), lalu disusul Partai Gerindra.
Dari dapil 2 (Diwek, Jogoroto, Sumobito) caleg wajah baru dari PDIP yang meraup suara siginifikan di antaranya Syaifulloh dan Jawahirul Fuad. Berdasarkan penelusuran beritajatim.com melalui situs resmi KPU, http://pemilu2024.kpu.go.id pukul 06.00 WIB, Senin (19/2/2024), Syaifulloh mendapat 4.973 suara, sedangkan Jawahirul meraup 8.742 suara.
Data tersebut terakhir diperbarui pada Senin (19/2/2024) dengan progres 698 TPS (Tempat Pemungutan Suara) dari 766 TPS atau setara 91,12 persen. “Benar, bagus perolehan suara saya. Doakan lolos,” ujar Jawahirul saat melakukan tabulasi bersama timnya.
Caleg wajah baru dari PDIP juga muncul dari dapil 4 (Bandarkedungmulyo, Perak, Gudo, Ngoro). Yakni Adi Artama Putra, warga Desa Godong Kecamatan Gudo. Panelusuran melalui http://pemilu2024.kpu.go.id, Adi sudah meraup 4.683 suara.
Kemudian dari dapil 3 (Mojowarno, Mojoagung, Bareng, Wonosalam), ada Dodit Eko Prasetyo yang mendulang 8.291 suara. Sedangkan dari dapil 5 (Ploso, Kabuh, Plandaan, Ngusikan) muncul nama Ama Siswanto yang mendapat 6.533 suara.
Sedangkan dari dapil 1 (Jombang, Peterongan) dan dapil 6 (Tembelang, Megaluh, Kesamben), PDIP nyaris tidak memunculkan caleg wajah baru. Dapil 1 masih didominasi antara Doni Anggun dan Dora Maharani. Keduanya merupakan caleg inkumben atau petahana.
Sedangkan dapil 6 adalah M Naim dan Wiwin Hidayati. Perolehan suara dua inkumben ini saling berkejaran. “Insyaallah lolos lagi. Doakan saja. Angkanya sudah jauh di atas yang dirilis laman KPU,” ujar Naim ketika dikonfirmasi.
Caleg wajah baru juga banyak diusung oleh Partai Gerindra. Di dapil 1, dua caleg wajah baru dari partai besutan Prabowo Subianto meraup suara yang signifikan. Mereka adalah Hardyan Wicaksono yang mendapat 1.985 suara dan Mochamad Agung Natsir dengan perolehan 2.953 suara.
Sedangkan dapil 2 muncul nama Meidy Bambang Murtiyoso. Adik kandung mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko ini mendulang 4.463 suara. Sedangkan dapil 3 dan 4, caleg petahana Partai Gerindra yang mendominasi, yakni Machwal Huda dan Machin.
Nah, baru di dapil 5 dan 6, muncul wajah baru caleg Partai Gerindra yang berpotensi masuk menjadi anggota DPRD Jombang. Adalah Achmad Fachruddin, caleg Partai Gerindra yang mendapatkan 9.869 suara.
Sedangkan dapil 6 ada Octadella Bilytha Permatasari yang meraup 14.984 suara. Kemudian disusul Novadona Bilytha Puspythasari dengan 1.653 suara. “Alhamdulillah, kursi Partai Gerindra di DPRD Jombang dipastikan bertambah,” ujar Octadella yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Jombang.
Bagaimana dengan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)? Parpol yang diketuai Muhaimin Iskandar ini juga memunculkan sejumlah wajah baru. Di antaranya dari dapil 6 ada Anas Burhani. Perolehan suara Anas bersaing ketat dengan petahana yang merupakan rekan separtainya, Miftcahul Huda.
Berdasarkan data di laman KPU, Anas mendapatkan 5.976 suara. Sedangkan Huda meraup 7.281 suara. Lalu, dari dapil 3 muncul nama Qowiyus Suhriyah yang mendapat 3.538 suara. Sedangkan di dapil 5 ada nama Khoriul Anwar dengan perolehan 5.318 suara.
Sementara di dapil 1,2 dan 4, pertarungan PKB didominasi oleh caleg petahana. Di dapil 4 adalah Kholilah, sedangkan dapil 1 M Subaidi. Kemudian dapil 2 caleg petahana PKB yang mendapat suara signifikan adalah Masud Zuremi dan Fatimah ZB.
“Tabulasi terus kita lakukan. Perolehan suara caleg PKB setiap dapil sangat bagus. Ini terus kita kawal,” ujar Anas Burhani yang juga Sekretaris DPC PKB Jombang.
Asad Choirudin, Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Jombang mengatakan bahwa masyarakat bisa memantau perkembangan perolehan suara pemilu legislatif (Pileg) di situs resmi yang disediakan KPU RI tersebut
Namun, dirinya menegaskan hal itu bukan rekapitulasi final. Hasil suara resmi yang akan ditetapkan oleh KPU adalah penghitungan suara manual yang dilakukan secara bertingkat dari kecamatan, Kabupaten/Kota hingga ke nasional.
“Laman tersebut menampilkan penghitungan sementara. Karena hasil yang ada di angka tersebut berdasarkan pembacaan aplikasi sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) melalui foto menjadi angka,” ujarnya. [suf]






