Mojokerto (beritajatim.com) – Meski sudah memasuki musim hujan, namun hujan yang turun belum memberikan kabar baik bagi petani padi di Kabupaten Mojokerto. Alhasil, para petani di Dusun Pasinan Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menunda masa tanam padi.
Ini lantaran para petani kesulitan air untuk mengairi tanaman padi milik mereka. Setidaknya ada 24 hektar area persawahan di Dusun Pasinan Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto yang belum ditanami padi. Padahal musim tanam seharusnya sudah dimulai sejak November lalu.
Sekretaris Desa (Sekdes) Singowangi, Adi Dwi Wahyu Purwanto mengatakan, selama ini kebutuhan air untuk irigasi area persawahan milik warga dari dAM Sungai Sumberkembar di Dusun Wonokerto, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto jebol diterjang banjir pada Februari lalu.
“Air Sungai Sumberkembar itu mengaliri sawah milik petani di tiga dusun yang ada di dua desa. Yakni Dusun Wonokerto dan Dusun Sumberkembar, Desa Wonodadi, serta Dusun Pasinan, Desa Singowangi. Ada sekitar 84 hektar sawah di dua desa ini mengandalkan air Sungai Sumberkembar,” ungkapnya, Jumat (15/12/2023).
Pihaknya merinci, di Dusun Wonokerto seluas 10 hektar, Dusun Sumberkembar seluas 50 hektar dan Dusun Pasinan sekitar 24 hektar. Selain mengandalkan air sungai, lanjut Sekdes, para petani juga memanfaatkan sumur bor. Namun para petani harus mengeluarkan biaya dan giliran untuk mendapatkan air.
“Sumur bor bantuan BBWS di Desa Singowangi ini untuk kebutuhan petani di dua dusun yakni Dusun Pasinan dan Jurang Jeru. Pemakaiannya juga bergilir tiga hari sekali dengan biaya Rp30 ribu untuk 1 jam. Kebutuhan air masing-masing petani berbeda, melihat konstur tanahnya,” ujarnya.
Selain digilir tiga hari sekali untuk memanfaatkan sumur bor, setiap petani hanya mendapatkan jatah pemanfaatan sumur bor maksimal tiga jam setiap harinya. Para petani berharap hujan segera turun sehingga para petani bisa menanam karena jika mengandalkan sumur bor maka pengeluaran juga bertambah.
“Sekitar 5 kali hujan turun, belum turun lagi. Seharusnya sekarang sudah selesai tanam tapi banyak petani yang menunda musim tanam karena kesulitan air. November akhir seharusnya sudah mulai tanam, mereka berharap huian turun. Kalau jenis tanaman mengikuti waktunya, saat ini taman padi,” tegasnya.
Sebelumnya, DAM di Desa Wonokerto, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto jebol sepanjang kurang lebih 10 meter akibat hujan deras yang menyebabkan banjir pada, Kamis (9/2/2023). Pintu air Sungai Sumberkembar tersebut tak mampu menampung tingginya debit air saat hujan deras. [tin/beq]






