Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI memberikan penghargaan kepada Desa Kuripansari, Kabupaten Mojokerto sebagai Desa Siap Siaga terhadap ideologi radikalisme.
Penghargaan itu diberikan langsung kepada kepala desa setempat Warijan di dampingi Bupati Kabupaten Mojokerto Ikfina Fahmawati yang diserahkan langsung Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI, Irjen Pol. Ibnu Suhaendra, S.IK.
Irjen Pol. Ibnu Suhaendra mengatakan Desa Kuripansari adalah satu dari lima desa di Indonesia yang masyarakatnya sudah dikategorikan tanggap dan siap dalam menghadapi ancaman ideologi-ideologi menyimpang atau terorisme.
“Program desa siap siaga ini adalah program unggulan dari BNPT dimana, dari sekian ribu desa di Indonesia desa Kuripansari ini menjadi salah satu desa dari 5 nominasi terbaik dan kami harapkan menjadi pilot projek desa-desa lainnya,” kata Irjen Pol. Ibnu melalui rilis yang diterima beritajatim.com Kamis (14/12/2023).
Pemahaman terkait ideologi terorisme masih banyak ditemukan di sejumlah daerah. Bahkan menurut BNPT tergolong masif untuk itu pihaknya mengajak seluruh desa di Indonesia harus siap siaga dalam penanggulangan dan pencegahan terorisme.
“Harapannya kita bisa meredam faham radikalisme dan terorisme ini dengan mengajak semua pihak termasuk dari yang paling bawah yakni tingkat desa,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Mojokerto Ikfina Fahmawati menegaskan bakal mendukung penuh segala bentuk upaya pencegahan faham radikalisme dan terorisme di wilayahnya.
“Kedepan kami akan secara masif mengajak seluruh desa di Kabupaten Mojokerto untuk menerapkan hal yang sama mungkin melalui studi tiru di desa Kuripansari dalam hal pencegahan dan deteksi dini,” tutur Ikfina.
Dia menambahkan, membangun kewaspadaan nasional dari desa sangat penting mengingat faham radikalisme dan terorisme masih banyak ditemukan di sejumlah daerah. Apalagi, dalam rangka mewujudkan pemilu yang aman dan damai. (isa/ian)







