Gresik (beritajatim.com) – Cuaca panas mendatangkan berkah bagi pedagang buah siwalan di Kabupaten Gresik. Dagangan mereka diserbu pembeli.
Seperti dialami Kasto asal Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang berdagang buah siwalan di Jalan Raya Cerme, Gresik. Saat musim panen, Kasto ketiban rezeki lantaran dagangannya ramai pembeli.
Kasto sengaja memilih lokasi di pinggir jalan. Beberapa alasannya, tempatnya strategis berjualan buah siwalan meski menempuh jarak cukup jauh dari Tuban ke Gresik.
“Saya sudah tiga tahun mangkal di pinggir Jalan Raya Cerme, Gresik, berjualan buah siwalan,” tuturnya, Rabu (14/6/2023).
Kasto bercerita saat musim panen, dia memborong buah siwalan dari petani Tuban untuk dijual di Gresik. Dengan modal Rp2 juta, dia membeli 700 hingga 1.000 butir buah siwalan kemudian diangkut menggunakan mobil pikap.
Baca Juga:
Ini Rekomendasi PII Cabang Gresik terhadap Pembangunan IKN
“Dari petani saya menjual dengan harga Rp4.000 per plastik berisi empat daging buah siwalan. Sementara yang dikupas dijual Rp10 ribu,” ungkap Kasto.
Ia menambahkan, saat pembeli ramai bisa menghasilkan Rp1-2 juta per pekannya. Namun, saat kondisi sepi hanya bisa menghasilkan Rp500 ribu.
“Selain menjual buah siwalan saya juga berjualan legen guna mendapatkan tambahan,” imbuhnya.
Diakui Kasto, pembeli buah siwalan tidak hanya dari Gresik tapi juga Surabaya, Sidoarjo, Jombang hingga Mojokerto. Mereka rela jauh-jauh ke Gresik karena penasaran dengan rasa buah siwalan.
“Buah siwalan ini yang saya jual rasanya cukup manis dan segar, terutama buah yang masih muda,” paparnya.
Baca Juga:
Calon Siswa SMA Negeri di Gresik Mulai Mengambil PIN PPDB
Sementara itu, salah satu pembeli, Mustatik asal Cerme mengatakan, buah siwalan ternyata enak manis dan tidak ada selain di Tuban serta Gresik.
“Rasanya enak dan dingin di perut, cocok buat oleh-oleh keluarga di rumah. Buah siwalan juga bermanfaat menghilangkan biang keringat serta kulit tetap awet muda,” pungkasnya. [dny/beq]






