Surabaya (beritajatim.com) – Warga Madiun dan Pacitan diimbau untuk menyiapkan payung saat beraktivitas pagi ini. Berdasarkan laporan prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., wilayah Madiun dan sekitarnya diperkirakan akan diguyur hujan ringan pada Rabu, 22 Oktober 2025, sebelum berangsur cerah di siang hingga malam hari.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ringan pada pagi hari, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan,” ujar Oky Sukma Hakim dari BMKG Juanda, Rabu (22/10/2025).
Namun secara umum, kondisi cuaca di wilayah Madiun dan Pacitan cenderung membaik pada siang hingga malam hari. Di Kota Madiun, hujan ringan diprediksi turun sekitar pukul 06.00 WIB, kemudian langit berangsur berawan mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
Menjelang malam, tepatnya pukul 18.00 WIB, cuaca akan cerah, dan beralih menjadi cerah berawan pada pukul 21.00 WIB. Suhu udara berkisar antara 24–30 derajat Celcius, dengan kelembapan 67–98 persen dan angin bertiup dari Timur sekitar 8,7 km/jam.
Menurut Oky, pola cuaca seperti ini masih tergolong normal untuk wilayah Madiun pada bulan Oktober. “Memasuki masa peralihan menuju musim hujan, fenomena hujan ringan di pagi hari hingga cerah di sore hari masih sering terjadi,” jelasnya.
Sementara itu, Kabupaten Madiun akan mengalami kondisi cuaca yang relatif sama. Hujan ringan kemungkinan masih terasa di pagi hari, namun pada sore hingga malam, langit diprediksi cerah hingga cerah berawan antara pukul 18.00–21.00 WIB.
Suhu udara di wilayah ini berada di kisaran 23–30 derajat Celcius, dengan kelembapan 68–96 persen serta angin dari arah Timur sekitar 9 km/jam.
Berbeda dengan dua wilayah sebelumnya, Pacitan akan mengalami cuaca yang lebih bervariasi. Hujan ringan diprakirakan turun pada pukul 06.00 WIB, diikuti dengan awan menutupi langit hingga siang hari.
Kemudian pada pukul 15.00 WIB, cuaca berangsur cerah, sebelum berubah menjadi cerah berawan pada pukul 18.00 WIB. Saat malam tiba, Pacitan diprediksi akan diselimuti udara kabur. Suhu udara di wilayah ini berkisar 21–27 derajat Celcius, dengan kelembapan 80–98 persen dan angin dari arah Utara sekitar 4,3 km/jam.
“Pacitan memiliki karakteristik topografi yang lebih beragam, sehingga perbedaan suhu dan kelembapan antarwaktu terasa lebih jelas dibanding Madiun,” tutur Oky menambahkan.
Dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prakiraan harian. Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lokal di pagi hari dan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit menghadapi perubahan suhu yang cukup signifikan. [mnd/suf]






