Mojokerto (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang melanda Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (31/1/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Berdasarkan data rekapitulasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, kerusakan tersebar di empat dusun, yakni Dusun Jogodayoh, Bekatul, Jabon, dan Guwo. Total terdapat 39 rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak akibat kejadian tersebut.
Di Dusun Jogodayoh, angin kencang menyebabkan genteng rumah milik warga ambruk, pos kamling dan corong masjid mengalami kerusakan, serta tembok dan atap rumah milik warga roboh. Selain itu, bagian belakang rumah dua orang warga rusak, serta pohon nangka tumbang menimpa rumah milik warga.
Secara keseluruhan terdapat tujuh bangunan yang terdampak di wilayah ini. Sementara di Dusun Bekatul, pohon tumbang menimpa rumah Lasini serta merusak kanopi Musholla dan rumah milik warca. Total dua bangunan dilaporkan terdampak. Kerusakan juga terjadi di Dusun Jabon.
Pohon tumbang menimpa area SD di RT 02, tembok teras rumah Yerike rusak, serta pohon tumbang menimpa rumah warga. Selain itu, genteng rumah dan tempat selep milik warga roboh, genteng rumah dua warga mainnya tersapu angin, serta kanopi dan teras BUMDes dan kanopi rumah milik salah satu turut mengalami kerusakan.
Total terdapat sembilan bangunan terdampak di dusun tersebut. Kerusakan paling banyak terjadi di Dusun Guwo. Angin kencang menyapu genteng puluhan rumah warga, total terdapat 21 bangunan terdampak di dusun tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, pihaknya langsung melakukan asesmen dan pendataan setelah menerima laporan kejadian adanya cuaca ekstrem.
“Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan kerusakan pada rumah warga serta fasilitas umum di Desa Jabontegal,” ungkapnya, Minggu (1/2/2026).
Saat ini petugas bersama warga melakukan penanganan dan pendataan kerusakan. Ia menambahkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
Sebelumnya, bencana angin kencang disertai hujan melanda wilayah Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (31/1/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang, memutus jaringan listrik, mengganggu arus lalu lintas, serta merusak rumah warga dan fasilitas umum (fasum). [tin/suf]






