Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul angin kencang yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota pada, Rabu (28/11/2024) kemarin. Di Kota Mojokerto, setidaknya 10 titik disapu angin kencang.
Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang dimungkinkan masih terjadi di Kota Mojokerto. Pihaknya kemudian menghimbau kepada masyarakat di Kota Mojokerto untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama berkendara.
“Kami menghimbau kepada masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan baik di rumah, di luar rumah dan saat berkendara. Jika terjadi cuaca ekstrem saat di dalam rumah, masyarakat agar menutup jendela dan kunci pintu. Matikan aliran listrik dan copot regulator gas,” ungkapnya, Jumat (29/11/2024).
Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) ini juga menghimbau agar masyarakat berlindung di bagian tengah rumah jika terjadi cuaca ekstrem. Sementara jika saat cuaca ekstrem berada di luar rumah, pihaknya menghimbau untuk tidak berlindung di bawah pohon.
“Jangan berlindung di bawah pohon, tiang listrik atau papan reklame. Namun cari bangunan berdinding kokoh untuk berlindung. Jika terjadi cuaca ekstrem saat berkendara, diharapkan tidak berlindung di dalam mobil, di bawah Jembatan tapi segera cari tempat seperti ruangan, rumah atau toko,” katanya.
Jika hujan turun agar tidak berteduh atau memarkir kendaraannya di bawah pohon. Pihaknya menghimbau agar tetap menjaga lingkungan masing-masing dengan tidak membuang sampah di selokan atau sungai serta tidak memaku pohon untuk kepentingan pemasangan pamplet sponsor.
Sebelumnya, bencana angin kencang yang terjadi di Kota Mojokerto menyebabkan sejumlah pohon di 10 titik tumbang, Kamis (28/11/2024). Sejumlah pohon tumbang di 10 titik tersebut menyebabkan dua pengendara sepeda motor terluka dan sepeda motor milik anggota Kodim 0815 Mojokerto mengalami kerusakan. [tin/aje]






